Instabilitas Harga Pasar Beratkan Masyarakat, KPPU RI Sidak Pasar Bogor

Bogor | bogorOnline.com

Banyaknya laporan yang masuk soal disparitas harga komoditi daging ayam dan cabai merah di Kota Bogor, membuat Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI melakukan sidak ke Pasar Bogor, sidak tersevut didampingi Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Achsin Prasetyo, Dirut PD Pasar Pakuan Jaya Andri Latif Asikin Mansjoer, dan Kepala Unit Pasar Bogor Iwan Arif Budiman, Senin (6/2/17).

Ketua KPPU RI Syarkawi Ra’uf mengungkapkan, perbedaan harga per kilogram daging ayam disini sangat signifikan. Di tingkat peternak per kilo gram daging ayam hanya berkisar antara Rp 15 ribu – Rp 16 ribu. Sedangkan di pasaran harganya melonjak tinggi menjadi sekitar Rp 30 ribu – Rp 35 ribu per kilogramnya. Adanya disparitas harga yang tinggi itu, dan dikhawatirkan karena ada pihak-pihak yang ‘bermain’. Apabila ditemukan ada yang telah mempermainkan harga, ia mengancam akan memberikan tindakan tegas.
“Jika harga ayam di kandang Rp 15 ribu – Rp 16 ribu, rumusnya Rp 16 ribu x 1,65 harga ayam yang normal berkisar Rp 22 ribu – Rp 25 ribu dan harga maksimum berkisar antara Rp 27 ribu – Rp 28 ribu dengan berbagai macam ongkos tambahan. Nah, kemana yang Rp 8 ribu lagi?.” ungkap Sarkawi.
Lebih lanjut ia mengingatkan, KPPU RI bersama pemerintah dapat menindak siapapun yang diduga ikut andil dalam menaikan harga daging ayam dan menyebabkan instabilitas harga di pasaran sehingga memberatkan masyarakat.

“Instabilitas harga pasar yang memberatkan masyarakat, KPPU RI bersama Pemerintah, akan melakukan tindakan, siapapun itu,” pungkasnya.

Setelah dari Pasar Bogor, rombongan KPPU RI melanjutkan sidak ke sejumlah lokasi peternakan ayam yang berada di Kabupaten Bogor sebagai upaya untuk menelusuri penyimpangan harga daging ayam. (RzB).

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.