Kasihan ! Pria Renta di Rumpin Ini Harus Urus Tiga Anaknya yang Cacat Mental

 

RUMPIN – Sungguh malang nasib Uding. Kakek berusia lebih dari 60 tahun ini, masih harus banting tulang menjemput rezeki demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari. Tiga orang anaknya, semua mengalami gangguan jiwa.

diusianya yang meranjak senja, Uding masih harus memperhatikan dan menafkahi anak-anaknya, yakni Yuyun (20), Jaenuri (30) dan Lutfi Hakim (17). Istrinya sudah hampir 17 tahun meninggal dunia.

Uding dan keluaarganya, tinggal di gubuk reot, di Kampung Panongan RT 004 RW 004, Desa Kampung Sawah Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor.

Ia bekerja sebagai petani serabutan yang penghasilannya sangat kecil dan tidak pasti. selain untuk makan, Uding yang tua renta ini, harus mencari biaya untuk mengobati penyakit tiga orang anaknya. “saya hanya bisa bersabar,” kata Uding, dengan mata berkaca-kaca.

Uding tidak tahu sampai kapan ia akan bertahan menghadapi ujian ini. Sesekali, pikirannya melayang jauh, memikirkan nasib anak-anaknya kelak, jika dirinya sudah tidak ada. “selama saya ada, saya berjuang untuk mereka,” kata dia.

Menurut Uding, anak-anaknya lahir dalam keadaan normal. kelainan jiwa baru dialami dalam beberapa tahun belakangan ini.
“3 Anak saya sudah tahunan mengalami gangguan jiwa, saya sudah berusaha untuk mengobati tapi belum ada tanda-tanda perbaikan,” keluhnya.
Sementara itu, Kasi Urusan Umum, Desa Kampung Sawah, Riky Awaludin mengatakan, Pemerintah Desa sedang mencari solusi terbaik untuk keluarga Uding. “untuk 3 warga yang mengalami gangguan jiwa kami akan berusaha sebisa mungkin supaya mereka bisa terobati, mudah-mudahan ada jalan terbaik buat kesembuhan mereka,” katanya

Ia juga menambahkan, Bidan Desa Kp Sawah Pun sudah melihat kondisi 3 anak yang mengalami kejiwaan.

“Saya berserta pemerintah Desa lagi mencari solusi buat kesembuhan warga yang satu rumah,tapi saya berharap pemerintah Kabupaten Bogor bisa mencari solusi yang terbaik,” pungkasnya.(mul)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.