Tega…Bogor Tidak Layani Pasien dari Luar Daerah

CITEUREUP- Indonesia memang unik. Untuk mendapat fasilitas rumah sakit di suatu daerah, maka si calon pasien harus memiliki KTP setempat. Meski memiliki penyakit kronis dan memerlukan penanganan medis.

Hal itu, juga dialami Juwita Siburian (35) seorang warga Kampung Kambing RT06/06, Kelurahan Karangasem Barat, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, penderita tumor seberat 7 kilogram di lengan kiri.

Juwita menuturkan, sempat coba berobat di RSUD Cibinong. Namun, pihal rumah sakit menolaknya dan hingga kini tak pernah lagi berobat hingga tangan kirinya kian panjang. Kira-kira setengah meter lebih panjang dari tangan kanannya.

“Sekarang makin besar. Rasanya gatal,” kata Juwita, menceritakan gundukan daging yang menutupi siku hingga jari tangan kirinya, Jumat (24/2).

Sehari-hari, Juwita tinggal di rumah kontrakan sambil menjaga keponakannya yang masih SD. Meski kondisi tangannya memprihatinkan, setiap pagi ia harus mengantarkan sang ponakan ke sekolah.

“Berat sih. Makanya kadang digendong pakai kain atau plastik. Tapi tangan masih bisa ditekuk. Jari juga masih bisa digerak-gerakkan,” kisahnya.

Ejekan dan sindirian dari orang lain pun kerap dialaminya. Namun, Juwita enggan memikirkannya. “Tidak ada manusia yang sempurna,” katanya.

“Kepingin sih punya tubuh normal seperti yang lain. Pernah ditolak dua rumah sakit. Di RDUD Cibinong juga pernah ditolak. Karena tidak punya KTP Bogor, saya ditolak. Makanya gak pernah berobat lagi,” tegasnya.

Selama ini, wanita asli Medan itu tidak sungguh-sungguh untuk berobat. Sebab, dirinya pernah ditolak dua rumah sakit. Salah satunya RSUD Cibinong.

“Ya, karena saya tidak punya KTP Bogor. Saya sudah enam tahun memang tinggal di Bogor tapi belum punya KTP sini (Bogor). Makanya, ditolak. Dari situ tidak pernah berobat lagi,” akunya.

“Bisa saja operasi, cuma rumah sakit nggak mau nerima karena KTP belum ada. Kalau pulang ke Medan, saya sudah tidak ada biaya,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah bisa meringankan kekurangannya ini. “Berharap pemerintah bisa membantu saya untuk mengoperasi tangan saya. Saya takut tumor ini mem­besar,” ujarnya. (cex)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.