by

Bogor Harapkan Regulasi Tegas Soal Ojek Online dari Pemerintah Pusat

CIBINONG- Bupati dan Walikota Bogor menolak jika abai terhadap kisruh yang terjadi antara sopir angkot dengan ojek online, beberapa hari terakhir. Dan besok, Jumat (24/3), Bupati Nurhayanti dan Walikota Bima Arya akan mendorong pemerintah pusat untuk membuat regulasi yang tegas dan jelas.

Kedua kepala daerah enggan dianggap terlambat dalam mengambil kebijakan hingga membuat kegaduhan di Bogor hingga menimbulkan kerugian material dan korban luka.

“Saya kira, tugas kami itu mengamankan. Dan saya dengan pak Bima (Walikota Bogor), telah membuat kesepakatan antara pihak yang berkonflik dengan pemerintah daerah. Tinggal kami jaga masing-masing wilayah,” kata Bupati Bogor Nurhayanti di Pendopo Bupati, Cibinong, Kamis (23/3).

Sementara Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto menegaskan, ia bersama Bupati Bogor akan mendorong pemerintah untuk mempertegas aturan terkait ojek online.

“Besok (Jumat 24 Maret 2017) kami akan bertemu dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) di Balai Kota. Saya harap semua pihak hadir. Termasuk pengelola aplikasi ojek online. Ketelaluan kalau tidak hadir,” kata Bima ditempat yang sama.

Menurutnya pertemuan dengan dengan Bupati Nurhayanti adalah fase ketiga. Yakni merumuskan aturan-aturan, selama belum ada payung hukum yang valid dan sah terkait ojek online ini.

“Fase pertama yaitu meredam konflik dan kerusuhan dan itu sudah ditangani kedua pemda bersama TNI dan Polri. Fase kedua, membangun kesepakatan damai antara pihak-pihak yang berkonflik. Dan sekarang fase ketiga. Rumusan aturan-aturannya mulai disusun. Nah, besok akan dipertajam lagi,” tukas Bima. (cex)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed