Ini Yang Disiapkan Antam Sebelum Berhenti Beroperasi

CIBINONG- PT Antam Tbk, UBPE Pongkor memiliki wilayah pertambangan seluas 6.047 hektare yang terdiri dari kawasan hutan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Enclave dan area penggunaan lain seperti hutan, kebun, semak belukar, ladang hingga pemukiman penduduk.

GM PT Antam Pongkor, I Gede Gunawan menjelaskan bahwa, pasca operasi penambangan mineral berhenti pada 2021 nanti, revegetasi akan dilakukan pada lahan seluas 11,20 hektare yang terbagi atas 5 hektare digunakan sebagai peruntukkan lain dan 6,20 hektare akan direvegetasi.

“Peruntukkan lain itu seperti jadi area admin, kantor tambang, stock pile, IPAL, area diklat dan area lahan eks kontraktor dan lainnya,” kata I Gede Gunawan dalam acara Konsultasi Publik Rencana Pasca Tambang PT Antam di Gedung Serbaguna I Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Rabu (15/3).

Dia menambahkan, hingga 2016, realisasi bukaan lahan mencapai 83,59 hektare, realisasi reklamasi 47,25 hektare. Rencana reklamasi pada 2017 hingga 2021 seluas 25,14 hektare dan sarana yang dipertahankan 5 hektare dengan sisa area terbuk 36,34.

“Rencana reklmasi revegetasi tahun 2021 hingga selesai seluas 6,20 hektare. Ada empat portal tambang yang akan ditutup, yakni Ciurug L 600, Ciurug L 700, Ciurug L 703 dan Gudang Handak L 515,” tukas I Gede.

Sementara tiga portal tambang lainny, yakni Gudang Handak L 500, Pasir Jawa dan Ciguha Utama akan digunakan untuk rencana pendidikan dan pelatihan tambang bawah tanah.

Sementara untuk pengembangan masyarakat pasca tambang, PT Antam memiliki enam program utama di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi lokal, sosial budaya, lingkungan dan peningkatan kapasitas kelembagaan.

“Di sektor pendidikan, kami inisiasi pembangunan museum tambang, diklat tambang dan peningkatan kualitas pendidikan. Sektor kesehatan, yakni optimalisasi sumber air bersih, peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat,” tukas Gunawan.

Kemudian dalam ekonomi sosial, pengembangan agribisnis. Di sektor sosial budaya adalah peningkatan kehidupan beragama dan pengembangan media interaksi sosial. Dalam sektor lingkungan ialah pengembangan P4TA, pemeliharaan DAS Cikaniki dan pemanfaatan potensi alam. Serta pengembangan pengelola agroeoedutourism pengembangan BUMDES.

Reklamasi pasca tambang ini, kata I Gede adalah melaksanakan amanat PP 78 tahun 2010 dan Peraturan Menteri ESDM nomor 7 tahun 2014 tentang Pelaksanaan Reklamasi dan Pasca Tambang. (cex)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.


Fatal error: Exception thrown without a stack frame in Unknown on line 0