RTLH Jadi PR Kades Kemang

KEMANG – Luasnya wilayah dan banyaknya jumlah penduduk Desa Tegal Kecamatan Kemang, menjadi tantangan bagi pemimpin desa yang saat ini sedang maju di ajang Pilkades Tegal. Salah satu contoh rumah tidak layak huni yang berdinding anyaman bambu, berada tak jauh dari kantor Desa Tegal. Pemiliknya, Nisun (65), warga Kampung Tegal RT 03, RW 04, Desa Tegal, Kecamatan Kemang mengaku, sudah puluhan tahun bersama keluarganya mendiami rumah tersebut. “karena kondisi saya sudah agak tua dan sering sakit, ya berharap sih bisa diperhatikan pemerintah.” Ujarnya kepada wartawan.

Nisun menambahkan, saat ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, keluarganya mengandalkan usaha sang istri, Titin (50) yang berjualan nasi uduk. Menurutnya, rata-rata keuntungan jualan nasi uduk hanya senilai Rp. 20 ribu hingga Rp. 30 ribu dan hanya mencukupi untuk satu kali makan sehari. Namun begitu, dirinya merasa bersyukur, anak-anaknya masih bisa makan dan sekolah. Sebagai kepala keluarga, masih kata Nisun, saat ini tidak lagi bekerja karena kondisi fisiknya yang tengah didera sakit. “Saat ini, saya tidak lagi bekerja. Tapi, saya punya mimpi ingin memperbaiki rumah. Sayangnya, saya cuma bisa berharap.” ujarnya.

Nisun pun kini hanya bisa pasrah. Meski katanya dahulu pernah ada janji pihak pemerintah yang akan memantu keluarganya. Namun, sebagai warga miskin, ia mengaku tahu diri dan tidak berani menagih janji kepada pejabat setempat. Meski kediamannya terbilang tidak jauh dari kantor desa dan sehari-hari dilalui staf pemerintahan desa, tapi ia memilih diam dan berdo’a agar Pemerintah Kabupaten diusik ingatan dan niatnya untuk memperbaiki rumah. “Yah kalau bapak punya uang mah mungkin udah dibangun. Bapak enggak kerja, paling hasil jualan ibu berapa. Sedangkan anak-anak masih pada sekolah.” Tuturnya,(mul)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.