Al Ghazaly Luruskan Sejarah, Kyai Toto Minta HTI Kembali ke Ahli Sunah Wal Jamaah

Bogor – bogorOnline.com
Maraknya isu isu yang beredar dan informasi yang tidak benar terkait penyebaran faham khilafah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dikaitkam dengan ulama terkemuka KH Raden Abdullah Bin Nuh, putra KH Raden Abdullah bin Nuh, yang juga ketua Yayasan Islamic Center Al Ghazaly, KH Mustofa Abdullah Bin Nuh memberikan penjelasan dan meluruskan tentang penyebaran pemahaman HTI tersebut.
Menurut Kyai Toto sapaan akrab ulama ini, penyebaran pemahaman khilafah Hizbut Tahrir bukan dibawa oleh KH Raden Abdullah Bin Nuh. Ia menyebut bahwa Al Ustaz Abdurrahman Al Baghzadi sebagai tokoh yang membawa paham khilafah ke Indonesia untuk pertama kalinya.
“Kami ingin menjelaskan bahwa Mama KH Raden Abdullah Bin Nuh  bukan pendiri dan penyebar HTI, tetapi pendiri HTI itu sendiri saya tidak jelas siapa tapi pembawanya adalah Al Ustaz Abdurrahman Al Baghzadi,” ungkapnya saat melakukan konfrensi pers di area Islamic Center Al Ghazaly, Rabu (24/5/17).
Kyai Toto membenarkan bahwa almarhum KH Raden Abdullah Bin Nuh bertemu dengan Al Ustaz Abdurrahman Al Baghzadi bertemu di Sydney, Australia Tahun 80-an. Bahkan saking mencintai dan mengidolakan sosok KH Raden Abdullah Bin Nuh, Ustaz Al Baghzad ikut tinggal di Bogor, Indonesia.
“Saat itu, Al Baghzadi sangat mengidolakan dan terpincut dengan sosok mama, dan ketika mama pulang ke Indonesia, Al Baghzadi ikut dan tinggal di Bogor,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Al Baghzadi mengenal Hizbut Tahrir di Libanon saat masih remaja. Ketika berada di Indonesia, Al Baghzadi menyebarkan pemahaman tersebut.
“Baghzadi remaja ini sejak di Libanon sudah mengenal akar Hizbut Tahrir, di sini dia menyebarluaskan,” imbuhnya.
Dikatakan kyai Toto, KH Abdullah Bin Nuh merupakan sosok yang menghargai dan mempelajari semua pemahaman tentang Islam. Alhamrhum juga berteman dengan siapa saja meski berbeda aliran. Karena itulah, dia diterima semua kalangan muslim. Ia menjadi sosok yang dicintai semua muslimin. Ilmu dan pemahamannya terhadap ajaran Islam sangat luas.
“Oleh karena itu, wajar saja kemudian timbul statement-statement dari pihak yang merasa Mama ini sebagai bapaknya, yang sering kita dengar adalah dari saudara kita Hizbut Tahrir. Disini saya luruskan bahwa Mama tidak ada hubungannya dengan HTI,” jelasnya.
Lebih lanjut Kyai Toto mengatakan bahwa klaim itu tidak aneh. Apalagi bukan hanya Hizbut Tahrir yang mengkalimnya seperti itu. Sampai orang Syiah pun merasa Mama Abdullah Bin Nuh sudah masuk Syiah karena Mama bergaul dengan mereka pakai bahasa Arab-Cina. Dengan kata lain orang Syiah merasa PD (percaya diri) dan GR (gede rasa).
“Nah teman-teman kita di Hizbut Tahrir juga GR ketika mengatakan Mama sebagai pendiri Hizbut Tahrir. Tapi mohon maaf kepada saudara-saudaraku dari Hizbut Tahrir, karena ini lebih dari sekadar GR nih, sudah mulai memasukkan hal-hal yang perlu diluruskan,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Kyai Toto juga mengajak kepada seluruh anggota HTI untuk kembali kepada ahli sunah wal jamaah.
“Saya mengajak kepada HTI untuk kembali kepada ahli sunnah wal jamaah, apalagi umat Islam 90 persen adalah ahli sunnah wal jamaah,” pungkasnya. (Nai)

Comments