Ratusan Pelajar Kota Bogor Dibekali Kesiapsiagaan Bencana

Bogor – bogorOnline.com
Ratusan pelajar di SMA Negeri 7 Kota Bogor diberikan pelatihan dan pemahaman serta edukasi terkait kesiapsiagaan dini dalam menghadapi bencana. Kegiatan dilaksanakan oleh Baznas tanggap darurat Provinsi Jawa Barat, Baznas tanggap bencana pusat dan LDP Kementrian Sosial, serta didukung penuh oleh Baznas tanggap bencana Kota Bogor. Acara dilaksanakan di aula SMAN 7, Jalan Ceger Permai, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Rabu (10/5/17).
Ketua Baznas Kota Bogor, Drs KH. Khotib Malik mengatakan bahwa akhir-akhir ini bencana sangat sering terjadi, dikarenakan cuaca yang tidak menentu dan tidak dapat diprediksi. Terpenting adalah melakukan penanganan pada saat bencana belum terjadi dengan melakukan antisipasi antisipasi.
“Pemberian edukasi dan pemahaman tentang bencana ini sangat penting bagi para pelajar, karena sebagai antisipasi juga menyangkut ruang lingkup sekolah maupun diluar lingkungan sekolah sebelum bencana terjadi,” ujarnya.
Dia mengatakan Undang-Undang Penanggulangan Bencana sebelumnya yakni Undang-Undang Nomer 24 tahun 2007, tidak memiliki payung hukum yang kuat, sehingga apabila tidak dilakukan sosialisasi bisa digugat warga.
Dalam sosialisasi ini juga dijelaskan mengenai Baznas Tanggap Bencana (BTB) goes to School, yanh pada awal ini Kota Bogor memulai di SMAN 7 Kota Bogor, yang tujuannya adalah agar sekolah ataupun siswa  tahu apa yang harus dilakukan sebelum terjadi bencana, saat bencana dan setelah bencana. Dalam penanggulangan bencana ada dua unsur utama yaitu, lingkungan yang aman, kesiapan pokok warga dan sekolah sendiri.
“Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan untuk dapat membangun ketahanan dalam menghadapi bencana mulai dari bangku sekolah,” katanya.
Terpisah, Komandan Baznas Tanggap Bencana Jawa barat, Ahmad Nurahmadian, kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka kesiapsiagaan dini pelajar untuk mempersiapkan diri ketika terjadi bencana. Pelajar ini diharapka bisa menjadi penyelamat minimal untuk dirinya sendiri dan menyelamatkan orang lain.
“Kita berikan pemahaman tentang manajemen edukasi kebencanaan, pengenalan alat alat rescue, dan tanggap darurat dalam menolong korban korban bencana,” pungkasnya. (Nai)

Comments