Tiga Rumah di Sempur Rusak Akibat Longsor

Bogor – bogorOnline.com

Hujan deras yang disertai petir kembali menerpa Bogor, hujan pada Kamis (29/6) sore itu, telah mengakibatkan kejadian berupa bencana alam, bergesernya tanah tebingan atau longsor di Lebak kantin RT02/RW05 Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Kepala Satuan Pelaksana BPBD Kota Bogor, Ganjar Gunawan mengatakan, akibat hujan yang mengguyur Kota Bogor sejak sore hingga menjelang Isya itu, menyebabkan rumah Marhaman bergeser atau longsor, kejadian sekira pukul 22.30 Wib, dan merusak 2 rumah yang berada dibawahnya.

“Rumah yang terbawa longsoran adalah atas nama Bpk. Marhaman 1 KK/3 Jiwa, dan rumah yang terdampak dari longsoran tersebut adalah rumah dari ibu. Cahyati 1 KK/1 Jiwa, pak Odih Suhendar 1 KK/4 Jiwa, pak Edwin 1 KK/5 Jiwa. Saat ini korban terdampak dari longsoran sudah dievakuasi ke rumah kerabat dan sodaranya yang terdekat. Kejadian ini diakibatkan karena hujan dengan intensitas deras, tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam peristiwa tersebut,” ungkap Ganjar.

Sementara itu, Dedy Delon Ketua RT 03/05 menuturkan, sekira pukul 19.00 Wib, dirinya mendapatkan laporan dari pak Marhaman, bahwa rumah yang di diami olehnya mengalami keretakan yang cukup berat, lalu saya langsung berkordinasi kepada RW, LPM, Kelurahan, serta jajaran terkait seperti BPBD dan Tagan Kota Bogor.

“Saya langsung meluncur ke lokasi, dan berkordinasi dengan semua pihak terkait kang, syukur Alhamdulillah kami bisa segera mengantisipasinya. Namun karna pada saat itu kondisi cuaca sedang hujan deras, kami tak berani mengevakuasi barang-barang yang ada, karna khawatir dapat memperburuk keadaan,” ungkap Dedi kepada bogorOnline.com, Jum’at (30/6/17).

Ketika ditanya apa faktor penyebab terjadinya bencana tersebut, Dedi mengatakan, untuk faktor penyebab terjadinya musibah ini bukan kapasitas saya menjelaskannya, silahkan tanya kepada ahlinya nanti, namun jika dilihat secara kasat mata, bencana terjadi karna ada pergerakan tanah dibawah rumah, bisa jadi oleh air, atau kontur tanahnya yang labil sehingga membuat rumah sedikit amblas kedalam.

“Sepertinya ada pergerakan tanah di bawah yang disebabkan oleh banyak hal, silahkan nanti tanyakan langsung pada puhak terkait atau ahlinya, tugas saya disini hanya membantu warga saya yang terkena musibah, sekarang mereka sudah di evakuasi ke tempat yang aman,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Dedi pun menyampaikan keberatannya akan mulai menjamurnya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di trotoir wilayahnya, karna dikhawatirkan, selain karna efek dari air hujan yang mengalir, bisa jadi juga dari air yang mengalir bekas pakai para PKL yang berjualan diatas.

“Saya sudah menegur mereka secara baik-baik, saya pun sudah melaporkan nya kepada pihak Kelurahan, namun hingga saat ini belum ada tindakan apapun, sedangkan saya sendiri juga sudah bingung mau menjelaskan apa lagi ketika ditanya oleh warga sekitar terkait kian menjamurnya PKL diatas, mudah-mudahan ada hikmah dari terjadinya musibah ini,” tandasnya. (Nai)

Comments