Ulama  Se-Kabupaten Bogor, Serahkan Ijtima Kepada Nurhayanti  

CIBINONG-

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, memberikan hasil kesepakatan Ijtima Ulama MUI Kabupaten Bogor tahun 2017, setelah diadakan pertemuan Ijtima ulama dengan peserta sejumlah 2000 ulama di 40 Kecamatan. Ijtima tersebut diberikan kepada Bupati Bogor, Nurhayanti, saat menghadiri pembukaan Pendidikan Kader Ulama (PKU) angkatan XI yang turut dihadiri juga oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin .Bertempat di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, pada Selasa (13/6). Dalam sambutannya Nurhayanti menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi tingginya terhadap MUI yang senantiasa berupaya menjalankan perannya dengan baik sebagai pusat pergerakan para ulama, zu’ama dan cendekiawan islam, antara lain dengan secara rutin menyelenggarakan program pendidikan kader ulama yang hingga sekarang telah mencapai angkatan ke XI dan menjadi sumber kaderisasi ulama di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.

 

“Dengan bertebarannya para kader ulama di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor, kita memiliki harapan bahwa upaya membangun kesalehan sosial ditengah masyarakat akan mencapai tujuannya, demikian pula ketahanan moral umat akan semakin meningkat dan terkendali di semua lini.”katanya. Dalam kesempatan tersebut juga Nurhayanti memberikan penghargaan kepada para ulama, mengingat dukungan para ulama selain merupakan sumber motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus berkomitmen mewujudkan visi, misi dan penciri termaju, juga menjadi sumber harapan bagi tetap tegaknya nilai agama yang membentengi aqidah umat. “Ijtima 2000 ulama tahun 2017, tentunya akan menjadi bahan kebijakan yang strategis bagi Pemerintah Kabupaten Bogor, karena bagaimana pun ulama dan umaro harus menjadi kesatuan yang saling mendukung dan menguatkan dalam membangun masyarakat yang sejahtera dengan dilandasi nilai nilai agama, kebaikan dan kemaslahatam hidup dunia dan ukhrowi.”tambahnya.

 

Sementara itu, Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin dalam orasi kenegaraannya mengatakan bahwa Pancasila sejalan dengan agama di Indonesia, ini karena makna yang terkandung di tiap sila dan butirnya sangat religius dan agamis. “Pada hakekatnya, pancasila merupakan rumusan untuk mewujudkan nilai agama dalam konteks berbangsa dan bernegara. Esensi Pancasila sangat religius dan agamis, sehingga tidak ada alasan mengatakan pancasila tidak sejalan dengan agama.”ujarnya.

Menag juga mengatakan peningkatan kualitas keagamaan tercermin pada sikap perlikau yang baik, bermoral, dan beretika. Sedangkan sebagai warga negara, diharapkan semakin baik pemahamannya atas hak dan kewajiban, patuh pada peraturan, dan aktif dalam mewujudkan hubungan yang baik antara warga dan negara. Ia juga mengatakan bahwa ulama hari tantangan nya berbeda dengan ulama masa lalu, maka islam perlu ulama yang kuat untuk mengatasi masalah dan situasi di segala zaman, sehingga akan menciptakan kondusifitas wilayah yang rukun dan damai.

 

“Saya mengajak kepada para ulama untuk bersama sama menjaga kondusivitas Negara Kesatuan Republik Indonesia agar kita tidak di adu domba oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab.”imbuhnya. Lukman juga sangat mengapresiasi pendidikan kader ulama yang dilakukan oleh MUI Kabupaten Bogor berkerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, ini patut disyukuri karena tiap tahun dilaksanakan. “Kabupaten Bogor menjadi satu satu di Jawa Barat yang menyelenggarakan pelatihan kader ulama, sertifikasi khatib dan pelatihan khatib, semoga kegiatan ini bisa dilaksanakan di daaerah lain dan di contoh tidak hanya di Jawa Barat namun di setiap Provinsi.”harapnya. (Diskominfo/rul)

Comments