Bogor – bogorOnline.com
“Saat Ramadhan tiba saya sering menerima keluhan dari warga tentang kondisi Pasar Anyar yang macetnya luar biasa, bahkan warga bisa tertahan satu sampai dua jam jika melintasinya,” kata Bima saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Anyar yang didampingi Kepala Satpol PP Herry Karnadi, Selasa (13/6/17).
Bima menegaskan, ia tidak melarang pedagang untuk mencari rejeki. Namun berbeda halnya jika membuat sulit warga lainnya, mengganggu ketertiban dan menyebabkan kesemrawutan sehingga berdampak kemacetan sampai berjam-jam akan ditertibkan.
“Ini adalah masalah sehingga perlu diambil tindakan tegas,” ujarnya.

Bima melanjutkan, saya telah memerintahkan Satuan Polisi pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor untuk melakukan penertiban terhadap para PKL dimulai dari malam hari hingga pagi hari. Pada intinya kata Bima pedagang tidak boleh berjualan hingga memakan badan jalan (trotoar).
“Kedepan saya perintahkan agar kawasan ini disisir terus dan dimonitor setiap hari. Dibandingkan kawasan lain, kawasan jalan MA Salmun, Simpang Pohon Asem dekat kantor PGN, jalan Dewi Sartika dan Pasar Kebon Kembang jika sudah macet akan menyebar kemana-mana. Saya akan lebih sering datang kesini dan setiap hari saya akan kontrol,” tegasnya.
Sejak diberlakukannya jalur Sistem Satu Arah (SSA) menurut Bima, kawasan Pasar Anyar menjadi salah satu jalur alternatif. Diperlukan penataan jangka panjang bagi para pedagang yang berada di Pasar Anyar yang akan dipindahkan ke dalam Blok F Pasar Kebon Kembang.
“Sesuai kesepakatan para pedagang yang berjualan di jalan Dewi Sartika, setelah Idul Fitri (lebaran) semua pedagang masuk kedalam dan secara bertahap semua ditarik kedalam Blok F. Untuk tahap revitalisasi nantinya para pedagang akan ditempatkan di tempat penampungan sementara di jalan Nyi Raja Permas. Saya tidak akan bosan-bosannya menertibkan para PKL dan ini memerlukan stamina serta konsistensi yang berkesinambungan,” tandasnya. (Nai/ist)





