Akibat Lumpur Jalan, Pasar Cicangkal Kumuh

RUMPIN – Pasar Cicangkal yang merupakan salah satu pasar milik BUMD Pemkab Bogor PD Pasar Tohaga, terlihat kumuh dan becek. Pasalnya, pasar yang berada di ujung barat laut Kabupaten Bogor dan menjadi pembatas antara Desa Tamansari dan Desa Sukamulya tersebut, seringkali kebanjiran lumpur dan air keruh akibat jalan raya Rumpin yang rusak parah. Masuknya air keruh dan lumpur serta sampah, disebankan tidak adanya saluran air (drainase-red) di sepamjang jalan utama di wilayah tersebut, Senin 24/07/2018.

Lumpur dan air kotor bukan hanya masuk ke halaman pasar, namun memasuki kios-kios para pedagang, Menurut Nina (25) salah satu pedagang Pasar Cicangkal, saat musim hujan lumpur dan air kotor dari jalan tersebut, seringkali masuk ke dalam kiosiliknya. Makin meresahkan, saat cuaca panas, lumpur menjadi debu dan beterbangan memasuki area pasar. “Kalau hujan, lumpur dan air keruh masuk kedalam pasar, akibatnya area pasar jadi becek, kotor dan licin. kami pedagang dan petugas pasar harus rajin membersihkan. Merepotkan sekali dan sangat mengganggu usaha kami.” ujarnya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Mulyadi Kepala Unit Teknis PD Pasar Cicangkal mengakui, lumpur yang masuk ke pasar akibat kondisi jalan yang rusak dan tidak ada drainase. Hal ini terjadi, sambung Mulyadi, karena posisi tanah area pasar Cicangkal levelnya lebih rendah dari badan jalan. “Solusi yang diharapkan diantaranya perbaikan jalan yang ada serta pembuatan saluran drainase di jalan tersebut. Sistem drainase juga harus terintegrasi , sehingga akhirnya menuju pembuangan akhir yaitu Sungai Cisadane.” pungkasnya, (mul).

Comments