Lakukan Pengawasan BPOM Dan Sekda, Sambangi Pasar Ciawi

CIAWi-

Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) menyambangi pasar tradisional Ciawi Kabupaten Bogor untuk mensosialisasikan program pasar aman dari bahan berbahaya dan satu unit teskit yaitu alat pendeteksi bahan makanan berbahaya kepada Pemerintah Kabupaten Bogor yang di serahkan oleh Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM, Suratmono MP yang diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Adang Suptandar  pada Kamis (27/7). Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Adang Suptandar menjelaakan, pihaknya berjanji akan menindaklanjuti terkait kunjungan BPOM dengan memperintahkan PD Pasar Tohaga dan OPD terkait agar semua pasar di Kabupaten Bogor bebas dari bahan berbahaya yang membahayakan masyarakat. Dirinya juga mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap nantinya seluruh pasar yang ada di Kabupten Bogor secara mandiri bisa melakukan teskit hingga makanan yang beredar selalu dalam keadaan aman.

“Yang merasakan dampak kerugian menkonsumsi bahan makanan berbahaya adalah masyarakat, saat ini mereka tidak tahu apakah makanan yang dibelinya aman atau tidak. PD Pasar Tohaga harus secara terus menerus mengaplikasikan ini di seluruh pasar,” tegasnya. Suratmono menambahkan, dalam 3 tahun terakhir penggunaan bahan berbahaya dari 24 persen turun menjadi 15 persen dan sekarang naik lagi menjadi 16 persen akan tetapi penyalahgunaan formalin adanya penurunan dan tahun ini ditargetkan 139 pasar aman di seluruh Indonesia maka kita akan berupaya untuk mewujudkan itu dengan memberikan sosialisasi dan mengandeng komunitas pasar. “Intinya BPOM dan Pemerintah Daerah terbatas untuk mengawasi bahan-bahan berbahaya masuk ke pasar jadi konsep mengandeng komunitas pasar perlu dilakukan dengan memberikan pelatihan dan sosialisasi kepada mereka terhadap bahan berbahaya,” ungkapnya.

Suratmono MP juga mengatakan pemberian Teskit ini untuk menekan penyebar luasan penggunanan bahan makanan berbahaya di masyarakat luas. Apalagi berdasarkan data BPOM penyalahgunaan bahan berbahaya bagi makanan masih banyak terjadi di Indonesia, walau sudah terjadi penurunan dari tahun ke tahun. ”Pemberian teskit kepada para pengelola pasar dinilai efektif menekan penyebarluasan bahan makanan berbahaya,”jelasnya. Ia juga berharap pasar pasar yang dikelola oleh PD Pasar Tohaga setelah mendapatkan pelatihan bersih dari bahan berbahaya, kalau dimungkinkan setiap kios atau lapak ditandai oleh stiker untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa tempat tersebut aman untuk berbelanja karena tidak mengunakan bahan berbahaya. (Diskominfo/rul)

Comments