Pembangunan RSUD Tahap Tiga Gagal Lelang, MKI Minta Pemkot Profesional

Bogor – bogorOnline.com

Pasca pembatalan lelang yang dilakukan oleh Unit Layanan Pengadaan barang dan jasa (ULP) Kota Bogor pada kegiatan pembangunan tahap 3 RSUD dengan nilai pagu anggaran Rp 72.784.625.000,00 bersumber dari APBD Provinsi mendapat sorotan dari Masyarakat Kesehatan Indonesia (MKI) Kota Bogor.
Menurut Ketua MKI Yusuf Hidayat, pihaknya meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor khususnya ULP, untuk menjelaskan secara transparan kepada masyarakat terkait alasan gagal lelang pembangunan RSUD tahap 3.
“Apakah benar ada kesalahan teknis dari para pengusaha yang mengajukan penawaran. Ditambah lagi, lenyapnya informasi lelang di portal LPSE Kota Bogor saat ini. Apabila terbukti terdapat kejanggalan maka kami mendukung langkah perusahaan yang digugurkan untuk menuntut ke ranah hukum” ujar Yusuf Hidayat dalam dalam siaran tertulisnya kepada wartawan, Minggu (30/7/17) malam.
Menurutnya, rumah sakit merupakan institusi yang melayani kesehatan masyarakat khususnya warga Kota Bogor.
“Jangan sampai ada unsur politis. Karena ini,¬† menyangkut nyawa dan kesehatan rakyat Kota Bogor. Jangan sampai, pengusaha yang mengerjakan tidak memenuhi kualitas bangunan,” ucapnya.
Seharusnya, kata dia, Pemkot Bogor berperan aktif mendorong BUMD terus melakukan perbaikan pelayanan dan pembangunan infrastruktur serta menciptakan etos kerja yang profesional bukan malah mencoreng dengan adanya dugaan intervensi politik.
“Kita bisa ambil contoh, ketika pembangunan tahap 2 tahun lalu. Tidak ada riak seperti ini, krn waktu itu tidak ada intervensi,¬† pemenangnya pun dari BUMN bukan dari perusahaan yang biasa saja,” jelasnya.
Pasca akuisisi RS Kharya Bhakti, kata Hidayat, RSUD Kota Bogor sudah jauh lebih baik. Dia, sering mendengar dan mendapat informasi dari relawan serta para kader kesehatan bahwa mereka mendapat pelayanan yang baik dan ramah serta transparan.
“Sekarang, kalau ada pasien yang mau rawat inap, mereka bisa langsung melihat dimonitor kawasa UGD dan bisa cek langsung¬† keberadaan kamar ada tidaknya kelas yang dimaksd,” katanya.
Hidayat pun menambahkan, saat ini RSUD Kota Bogor telah mengalami kemajuan penataan infrastruktur dan SDM. Sebab, hal ini tidak terlepas kekompakan manajemen.
“Jangan sampai, apa yang telah dilakukan oleh manajemen RSUD saat ini dirusak dengan unsur kepentingan,” tandasnya. (Nai)

Comments