SOENMANDJAJA GELORAKAN CINTA NKRI

Darmaga – bogoronline.id – Berdasarkan ketentuan pasal 5 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3) sebagaimana diubah dengan UU Nomor 42 Tahun 2014, MPR mempunyai tugas: memasyarakatkan ketetapan MPR; memasyarakatkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika; mengkaji sistem ketatanegaraan, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, serta pelaksanaannya; dan menyerap aspirasi masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Soenmandjaja seolah tak kenal lelah. Setelah menyapa para guru dan majelis taklim Al-Nur lewat program Sosialisasi 4 Pilar MPR, kini Soenmandjaja kembali menggelorakan cinta NKRI di kalangan kaum muda dan karang taruna Kecamatan Dramaga kemarin (18/07).

Berlokasi di aula markas Kepolisian Sektor Dramaga, acara sosialisasi 4 Pilar itu dihadiri tak kurang dari 150 anak muda. Acara itu disambut dengan sangat antusias oleh para peserta yang kebanyakan berasal dari warga desa binaan Babinkamtibmas Polsek Dramaga.

Mengawali uraiannya, Kang Sunman –begitu biasa ia disapa– memancing emosi para peserta dengan sebuah kalimat “Pancasila dan NKRI adalah harga mati”. “Kita sebagai pemuda wajib menjaga, mengamalkan dan mengawal Pancasila. Jangan sampai ada upaya-upaya dari segelintir orang atau pihak-pihak yang tidak bertanggung-jawab untuk mengganti ideologi Pancasila,” urai Sonman dengan penuh semangat. “Pancasila sudah cocok dan sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia, sesuai dengan budaya bangsa Indonesia yang heterogen dan gemar bergotong-royong,” ujar lelaki lulusan Fakultas Hukum UIKA Bogor tersebut. “Jadi jangan coba-coba melakukan upaya-upaya bodoh untuk mengganti Pancasila,” pungkas anggota Komisi III DPR RI tersebut.

Saat ini sudah mulai terlihat gerakan-gerakan yang mengatasnamakan bangsa dan rakyat tetapi justru untuk menghacurkan bangsa dan rakyat Indonesia. “Kita harus mewaspadai gerakan-gerakan tersebut, misalnya organisasi-organisasi yang dengan sengaja mencantumkan logo dan simbol-simbol PKI dalam acara acaranya. Mereka seolah sengaja ingin “tes the water”, mencoba menunggu reaksi masyarakat dan pemerintah,” ujar Soenman yang juga anggota Panja KUHP Komisi III DPR tersebut. Padahal menurut Soenman Komunisme dan Leninisme merupakan ajaran yang jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila dan sudah dinyatakan sebagai ajaran terlarang di bumi Indonesia melalui TAP MPRS No. XXV/MPRS/1966.

Acara yang juga dihadiri oleh Kapolsek Dramaga tersebut berlangsung cukup hangat dan santai. Soenman mencoba mengurai makna Pancasila satu persatu ke seluruh peserta. Bermula dari Ketuhanan Yang Maha Esa sampai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Bangsa Indonesia adalah bangsa bertuhan, apapun agama dan keyakinan mereka. Bangsa yang bertuhan adalah bangsa yang beradab dan berprikemanusiaan. Menghormati sesama dan saling menyayangi. Senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan dalam kebhinnekaan. Serta senantiasa melakukan musyawarah untuk mufakat.

Lebih jauh, dalam memaparkan arti dari sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, Soenman menambahkan tentang arti penting pengelolaan sumber daya alam bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. Pada sila inilah paling tidak sedikit terlihat indikasi keberhasilan pemerintah dalam mengelola negaranya, juga dapat dilihat indikasi keberpihakan pemerintah terhadap rakyatnya. Negara melalui pemerintah harus bisa menghadirkan suasana tenteram dan nyaman. Kenyamanan dalam berusaha, kenyamanan dalam berdemokrasi, serta kenyamanan politik dan hukum. Pemerintah sebagai pelayan rakyat harus bisa mengayomi seluruh lapisan masyarakat tanpa pandang bulu. Semua rakyat dan warga negara berhak mendapatkan atas penghidupan yang layak bagi kemanusian, perlindungan hukum dann perlindungan HAM.

“Pancasila sebagai salah satu pilar berbangsa, kiranya perlu mendapatkan perhatian lebih dari kita sebagai pemuda, sebagai penerus babgsa, untuk tetap menjaga dan mengamalkannya,” sambung Soenman sebelum mengakhiri uraiannya. (Die)

Comments