Bappeda, Penataan Stasiun Bogor dan TOD Sukaresmi Terintegrasi

Bogor – bogorOnline.com

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kota Bogor Erna Hernawati mengatakan, rencana penataan stasiun Bogor konsepnya adalah kawasan KRL terintegrasi.

“Maksudnya terintegrasi itu tidak berdiri sendiri, tetapi mencakup kebutuhan disekitarnya Seperti di Stasiun Paledang itu kan semrawut, kita tidak mau stasiun Bogor bagus tetapi disekitarnya jelek,” ujar Erna saat ditemui di Balai Kota Bogor, Selasa (22/8/17).

Demikian pula dengan rencana pembangunan Transit Oriented Development (TOD) Sukaresmi, bagaimanapun membangun stasiun Bogor harus berbarengan dengan TOD Sukaresmi.

“Jika hanya membangun Stasiun Bogor tanpa membangun TOD Sukaresmi maka beban tetap saja akan tinggi. 80 persen user (pengguna KRL harus menggunakan Sukaresmi,” jelas Erna.

Kota Bogor juga memiliki Taman Topi yang tahun 2018 sudah selesai. Artinya taman ini harus terintegrasi dengan stasiun menggunakan pola kerjasama. Sehingga lalu lintas tidak macet dan dibuatlah underpass. Begitu pula jalan ke arah stasiun tidak dalam satu bidang, tetapi dibuat jalan diatas.

“Untuk stasiunnya sendiri saat ini kita sedang membahas amdalnya, amdal lingkungan dan amdal lalu lintas. Seperti apa rencana penataan kawasan stasiun Bogor harus disesuaikan dulu dengan hasil amdalnya, daya dukungnya seperti apa agar tidak memacetkan arus lalu lintas,” katanya.

Erna menjelaskan, seperti itulah gambaran penataan stasiun Bogor kedepan namun itupun tergantung dari hasil amdal lalin dan lingkungan. Terkait keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sekarang memenuhi ruas jalan dan pedestrian Erna nantinya akan ada beberapa bagian atau ruang yang akan dijadikan ritel untuk PKL.

“Pemerintah Kota Bogor akan terus berjuang, berhasil tidaknya pembangunan ini tergantung dari hasil amdal,” pungkasnya. (Nai/ist)

Comments