Diskusi Pena Bersama Indocement, Cegah Kades Terjerat Kasus Hukum

CITEUREUP-

PT. Indocement Tunggal Prakarsa mengajak dunia usaha di Kabupaten Bogor ikut berperan aktif membantu desa-desa yang ada di sekitar lokasi perusahaan dengan menerjunkan sumber daya manusianya untuk membantu desa dalam mengelola dan merancang program-program pembangunan desa. Permintaan ini disampaikan Direktur Eksekutif PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk, Kuki Permana, saat menjadi keynote speaker diskusi Pena. Penggunaan Dana Desa Untuk Pemerataan Pembangunan Di Kabupaten Bogor.

Menanggapi pernyataan Kasatgas I KPK Tri Gamavera. “Indocement, sebelum ada dana desa sudah melakukan pembinaan dan mengucurkan bantuan kepada 12 desa yang ada di sekitar pabrik Citeureup. Saya pun mengajak dunia usaha di Kabupaten Bogor ikut berperan membantu desa dengan menyiapkan sumber daya manusianya, karena jumlah tenaga ahli yang membantu desa saat ini masih minim,” katanya. Data yang dihimpun jumlah tenaga ahli teknik pendamping desa yang bertugas di Kabupaten Bogor ini ada sekitar enam orang. Jumlah ini jelas tak sebanding dengan jumlah desa yang mencapai 416. Akibatnya para tenaga ahli ini pun keteteran, saat melakukan penampingan.

“Kekurangan tenaga ahli ini bisa ditutupi, jika dunia usaha ikut serta. Apalagi jumlah perusahaan di Kabupaten Bogor ini mencapai ribuan, kalau satu perusahaan membina satu desa saja, tajuan pemerintah pusat mensejahterakan masyarakat desa dengan mengucurkan dana desa akan tercapai,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Deni Ardiana mengharapkan, adanya peran dari dunia usaha ikut membina desa dengan menyiapkan sumber daya manusianya. “Bantuan kan tak hanya dana saja, pelatihan pun teknis penyusunan gambar dan RAB infrastruktur sangat diperlukan, untuk mensiasati minimnya tenaga ahli disiapkan Kementeria Desa dan Daerah Tertinggal,” katanya.

Menurut Deni, DPMPD siap memfasilitasi kalangan dunia usaha yang ingin membina desa. “Sebenarnya dalam aturan yang diharuskan melatih soal teknis kan pemda yang dilakukan oleh unit-unit teknis, tapi masalahnya, mereka sibuk dengan pekerjaan rutin yang menjadi tanggung jawabnya,” tutupnya.(rul)

Comments