Kementerian Ikut Tangani Kasus Bak Maut di Parungpanjang

PARUNGPANJANG – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK) dan tim Laboratorium Syslab Sentul Bogor dan penyidik Polres Bogor bersama polsek Parungpanjang, kembali mendatangi sebuah pabrik ilegal pembuat tatakan telur yang menewaskan 7 orang di kampung Cibunar Kardus Rt 02 Rw 03 Desa Cibunar , Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, pada Rabu siang.

Tim dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK bersama Laboratoryum SyslabcSentul Bogor melakukan pengambilan sampel berupa bahan baku dan cairan yang berada di bak pengolahan tatakan telur tersebut.

Infoasi yang di himpun bogoronline.com, kementrian LHK belum mengetahui terkait adanya perizinan dari Pemerintah Desa setempat atau dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dari Provinsi atau dari Kementrian LHK.

Terkait hal ini, pengawas Kementrian LHK Jakarta Hary Nugroho mengatakan, pihaknya ingin mengetahui terkait 7 orang yang tewas didalam kolam dan Gas yang terbentuk di dalam kolam. “Nanti kita akan bekerjasama dengan laboratoryum Syslab Sentul Bogor, untuk mengetahui mengandung zat apa,” katanya

Hary, menerangkan, Nanti yang akan mengeluarkan hasilnya dari uji laboratoryum Syslab, kemudian setelah mereka melakukan sampling untuk mengetahui kadarnya berapa dan tim juga sudah mengambil sampel pada Air, padatan nya dan limbah yang mereka olah.

Sekedar informasi untuk masyarakat yang ingin melakukan pengaduan terkait pencemaran adanya limbah liar bisa langsung ke website, kementrian KLHK.  menlhk.go.id

Sementara itu, menejer Laboratoryum Syslab Sentul Bogor, Armeleco mengatakan, pemeriksaan dengan uji laboratoryum kemudian yang diambil sampel dari seladnya dan air yang bercampur dari tanah dan dari udara yang ada di sekitar ruangan kemudian didalam kolam tersebut. “Nanti bisa kita pastikan hasilnya dari uji laboratoryum, “Tambahnya. (Mul)

Comments