Ratusan UMKM Kabupaten Bogor, Dibekali Penyusunan Keuangan

CIBINONG-

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI) undang ratusan para pelaku Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) Kabupaten Bogor. Untuk peningkatan penyusunan laporan keuangan di salah satu hotel wilayah Kabupaten Bogor Selasa (17/10/17).

Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Koperasi Dan UMKM pada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iwan Faidi mengatakan, kegiatan workshop ini merupakan yang ke 4 setalah sebelumnya diadakan di Provinsi Jawa Timur (Jatim) dengan melibatkan 50 orang pelaku usaha kecil,  sedangkan Jawa Tengah (Jateng) melibatkan 100 orang pelaku UMKM. Dan pada Kabupaten Bogor saat ini melibatkan kurang lebih 100 orang pelaku usaha kecil yang tersebar pada wilayah Bumi Tegar Beriman. Dengan adanya kegiatan ini bersama UMKM dan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) serta Dinas Koperasi Dan UMKM Pemkab Bogor. Bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pemahaman para pelaku usaha dalam penyusunan laporan keuangan. Guna disiplin serta tertib administrasi untuk pembukuan keuangan.

“Ini untuk melatih meraka dalam memanfaatkan data-data serta pengambilan keputusan dalam berbisnis,” kata Iwan saat ditemui bogorOnline.com di lokasi.

Lanjut Kepala Bidang (Kabid) UKM pada Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor Abdul Azis menyatakan, bahwa pihaknya sangat bangga sekali dengan kegiatan workshop yang digelar Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Koperasi dan UMKM Kementerian dilokasi Kabupaten Bogor.

“Kami banyak terima kasih kepada Kementerian yang sudah menggelar workshop serta memperhatikan UMKM di Kabupaten Bogor. Semoga dengan kegiatan ini dapat bermanfaat oleh mereka dalam memajukan UMKM di Bumi Tegar Beriman,” imbuhnya.

Sambung Ketua Umum Forum UMKM Kabupaten Bogor Hasan Haikal Thalib menerangkan, dirinya menyambut baik dengan seminar saat ini yang membahas tentang sistem pengelolaan keuangan bagi usaha kecil. Karena kebanyakan dari mereka saat ini, sedikit mengalami kendala dalam menyusun keuangannya. Terlebih meraka masih berpikir jangka pendek contohnya, bila berwirausaha yang penting bisa menyekolahkan anak dan membeli mobil. Tapi tidak berhitung dengan peralatan yang jelas, sehingga program seperti ini layak dan terus diberikan kepada UMKM.

“Supaya bisa menunjang dan mengetahui sejauh mana dia bisa naik kelas,” tambahnya.(rul)

Comments