Wasto Minta BPBD Latih Warga Hadapi Bencana Gerakan Tanah

 

CIBINONG – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Wasto Sumarno meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor meningkatkan pelatihan kepada masyarakat yang daerahnya masuk peta rawan bencana gerakan tanah. Menurut dia, langkah dini seperti itu sangat penting untuk mencegah jatuhnya korban jiwa jika bencana benar-benar terjadi.

“Saya kira informasi dari Badan Vulkanologi terkait potensi gerakan tanah harus disikapi dengan kesiapsiagaan kita dalam menghadapi bencana, salah satunya bisa dengan pelatihan,” ujarnya

 

Wasto mengatakan, DPRD bersama pemerintah, sudah mengalokasikan anggaran untuk penanganan bencana, terutama untuk upaya pencegahan. Kedepan, Sekretaris  DPD PKS Kabupaten Bogor itu, menginginkan agar BPBD punya alat yang canggih untuk mendeteksi dini bencana.  “Kalau ada teknologinya dan kita membutuhkan itu ya harus kita anggarkan. Deteksi  dini itu butuh alat yang canggih,” kata dia.

Merespon hal tersebut, Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Koesparmanto mengatakan, pihaknya memang membutuhkan teknologi yang canggih untuk mendeteksi bencana. “Tetapi alatnya kan mahal, dan sejauh ini kita bisa minta bantuan dari Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana,” kata dia

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor memberi peringatan kepada 22  Kecamatan di Kabupaten Bogor terkait potensi gerakan tanah pada bulan Oktober tahun ini. 22 Kecamatan tersebut, yakni, Kecamatan Babakanmadang, Bojonggede, Caringin, Cariu, Ciampea, Ciawi, Cibinong, Cibungbulang, Cigombong, Cigudeg, Cijeruk, Cileungsi, Ciomas, Cisarua, Ciseeng, Citeureup, Dramaga, Gunung Putri, Gunungsindur, Jasinga, Jonggol dan Kemang.

Informasi adanya potensi gerakan tanah ini berasal dari kajian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementrian ESDM. Koes berharap, dengan adanya informasi dini bencana, para Camat dan Kepala Desa di daerah yang masuk peta rawan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan.  “Sebenarnya setiap hari kita selalu dalam keadaan siap siaga, tetapi dengan adanya informasi ini kita harapkan selama Oktober ini daerah yang masuk rawan bencana gerakan tanah ada perhatian lebih,” katanya

Informasi ini, menurut Koes, bersifat temporer atau hanya bulan Oktober saja. “Nanti November kita evaluasi lagi,” kata dia. (ful)

Comments