Blacklist Kontraktor Betonisasi Jalan Empang

Banyak Kejanggalan, Kejari Harus Segera Turun Tangan

Bogor – bogorOnline.com

Amburadulnya hasil pekerjaan pembangunan rigid (pengecoran) beton di sejumlah jalan jalan di wilayah Kota Bogor, harus segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang, baik Kejaksaan Negeri Bogor maupun pihak kepolisian, karena banyak kejanggalan dalam proyek pembangunan betonisasi tersebut.

“Sudah jelas banyak kejanggalan dalam proyek pembangunan betonisasi, salah satunya di Empang hingga Pancasan itu. Variabel antara spek dengan kondisi di lapangan harus diperiksa secara menyeluruh dan mendalam, apabila tidak sesuai, maka disitu diduga ada temuan dan penyimpangan. Jadi sudah tepat apabila Kejari turun tangan menyikapi persoalan itu,” tegas Ketua LSM PPLHI, Muhammad Nurman, Selasa (28/11/17).

Nurman menjelaskan, langkah Kejari harus cepat karena pekerjaan proyek beton itu merugikan, apalagi hasil beton tersebut baru berumur satu minggu sudah retak-retak. Bukan hanya di kawasan Empang saja yang saat ini sudah kembali diperbaiki dibeton ulang, tetapi titik-titik lainnya juga mengalami kerusakan betonnya.

“Kami mengapresiasi terhadap kejaksaan untuk segera menindaklanjuti adanya pekerjaan proyek betonisasi jalan yang baru satu minggu sudah mengalami kerusakan dan sekarang sudah dibeton ulang. Itu sebuah bukti bahwa proyek pekerjaan pembangunan jalan itu tidak sesuai dengan spek yang sudah direncanakan, bukan karena alasan teknis,” jelasnya.

Untuk Dinas PUPR, harus segera mem-blacklist perusahaan-perusahaan yang menghasilkan kualitas pekerjaan seperti itu. Kedepannya, perusahaan itupun jangan kembali diberikan pekerjaan untuk pembangunan di Kota Bogor. Walikota Bogor Bima Arya juga jangan diam saja, harus tegas terhadap Dinas PUPR, panitia lelang maupun pengawas, jangan hanya membongkar dan memperbaiki pekerjaan yang rusak itu, tetapi harus memberi hukuman, bila perlu mencopot Kadis PUPR Kota Bogor.

“DemiĀ  perbaikan pembangunan di Kota Bogor kedepan, Walikota Bogor harus segera bertindak, karena sudah terbukti hasil pekerjaan penbangunan beton di Empang sampai Pancasan itu mengalamu kerusakan dan retak retak. Artinya kualitas hasil pekerjaan tidak sesuai dengan harapan. Ini harus segera ditindaklanjuti dan disikapi, terutama pasa Dinas PUPR dan panitia lelang. Kita berharap Bima Arya segera mengevaluasi dan mengambil langkah tegas,” tandasnya. (Nai)

Comments