Duet Bima ZM Dimatangkan, PPP dan PAN Ikhtiar Untuk Berkoalisi di Pilwalkot Bogor

 

Bogor – bogorOnline.com

 

Menjelang Pilwalkot Bogor 2018, suasana Politik semakin memanas, bahkan mulai menentukan arah koalisi antar partai politik di Kota Bogor. Komunikasi politik yang dilakukan DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Bogor, dengan parpol di Kota Bogor terus menggeliat dan semakin menguat. Dalam satu minggu terakhir, PPP sudah melakukan pertemuan silaturahmi dan komunikasi politik resmi secara kelembagaan dengan sejumlah partai, diantaranya dengan DPD Partai Golkar dan DPD PKS. Tidak sampai disitu, DPC PPP melakukan pertemuan juga dengan DPD PAN Kota Bogor, di RM Gili Gili, Jalan Pajajaran, Rabu (25/11/17).

 

Gembar-gembor akan bersandingnya Bima Arya dari PAN dengan Zaenul Mutaqin dari PPP, pada Pilwalkot 2018, mulai terlihat dan menguat kepermukaan, dengan adanya pertemuan silaturahmi antara DPC PPP dan DPD PAN tersebut. Suasana keakraban dan kebersamaan terlihat dalam acara silaturahmi, terutama saat berdialog diantara jajaran pengurus kedua parpol. Hadir dalam acara itu dari DPC PPP, Ketua DPC Zaenul Mutaqin, Wakil Sekjen DPP PPP Andi Surya Wijaya (ASW), Ahmad Aswandi, Riana Puspitasari, Ardiansyah, Ketua PW AMK Jabar Joy Pendita, Dede Sopian, Baher Firdaus, Makmur, Ubaidilah dan pengurus harian lainnya. Sedangkan dari DPD PAN diantaranya Ketua DPD PAN Safrudin Bima, Maha Kati, Gunara, Rizal Pancako, Ramdhoni, dan jajaran pengurus harian lainnya.

 

Ketua DPC PPP Kota Bogor, Zaenul Mutaqin mengatakan, memang dalam satu minggu ini PPP sudah melakukan komunikasi politik dengan sejumlah parpol, ada dengan Golkar dan PKS. Semuanya merupakan salah satu ikhtiar untuk membangun kesepakatan parpol di Kota Bogor, dengan sesama kontestan yang akan maju di Pilwalkot. Komunikasi juga harus dibangun dengan parpol lain agar nanti ketika menentukan koalisi untuk Pilwalkot, sudah mendapatkan teman koalisi yang tepat agar pertarungan Pilkada bisa dihadapi dengan baik.

 

“Ini rangkaian ikhtiar kami dalam menjajaki teman koalisi dan mencari formula koalisi parpol yang tepat. PPP kuncinya siap berkoalisi dengan siapapun, terpenting adalah PPP nanti harus memenangkan Pilwalkot Bogor 2018. Kita juga akan melakukan komunikasi politik dengan parpol lainnya,” kata ZM.

 

Menurutnya, konstelasi politik Pilgub Jabar memang sedikit mengganggu apabila untuk Pilwalkot Bogor. Namun apapun koalisi di Jabar yang sudah terbangun, untuk DPC PPP Kota Bogor memiliki hak berkoalisi di Pilwalkot Bogor, tinggal nanti dikomunikasikan dengan DPP dan DPW PPP Jawa Barat. Secara informal sudah disampaikan ke DPW apabila dalam Pilwalkot Bogor, DPC PPP akan berkoalisi berbeda dengan koalisi Jabar, dan itu tidak bermasalah, asalkan landasan dan bangunan koalisinya kuat untuk memenangkan Pilwalkot.

 

“Kita bisa saja membangun koalisi Jabar plus atau koalisi yang berbeda dengan Jabar. Untuk Pilwalkot Bogor ini, kita diberikan kesempatan juga membangun koalisi antar parpol, dan saat ini semuanya masih dalam proses penjajakan dalam membangun komunikasi lebih intensif. PPP bisa saja berkoalisi dengan PAN, atau bisa saja tidak berkoalisi,” ungkapnya.

 

Tambah ZM, PPP Kota Bogor siap menjadi kawan dengan siapapun, kalaupun nanti sudah ditentukan dan ada lawan, maka PPP juga siap menghadapinya, namun sampai saat ini belum bisa ditentukan, karena masih menunggu keputusan DPP.

 

“Awal Desember nanti rekomendasi DPP insyaallah akan keluar, jadi sekarang kita terus bekerja dulu melakukan komunikasi politik dan penjajakan,” jelasnya.

 

Terpisah, Ketua DPD PAN Kota Bogor, Safrudin Bima mengucapkan terima kasih atas undangan silaturahmi PPP.

 

“Kami dan PPP adalah potensi yang tidak bisa terpisah, harus ada ikhtiar untuk berjuang berkoalisi untuk Pilwalkot Bogor nanti. Ikhtiar itu sangat penting, walaupun keputusan ada di tingkat pusat, minimal perjuangan di daerah sudah dilakukan,” ucapnya.

 

Ia menuturkan, terkait Pilwalkot Bogor, DPD PAN memang membuka pendaftaran bakal calon, dan sampai saat ini sudah ada 4 orang dari eksternal yang mendaftar, dan untuk kader internal hanya Bima Arya yang saat ini sebagai calon incumben. Untuk koalisi Jawa Barat bisa korelatif atau tidak ke daerah, semuanya tergantung ikhtiar yang dilakukan, salah satunya seperti saat ini oleh PAN dan PPP.

 

“Komunikasi antara PAN dan PPP sudah terbangun sejak dulu, dan pertemuan komunikasi politik antar lembaga ini merupakan ikhtiar dalam menjajaki koalisi parpol untuk Pilwalkot nanti. Pertemuan ini merupakan adanya niat dan keseriusan membangun ikhtiar dan jembatan. Soal jodoh untuk Pilwalkot Bogor, ditentukan oleh tingkat pusat, tetapi di daerah harus tetap melakukan pertemuan dan niat menjajaki,” jelasnya.

 

Safrudin juga mengungkapkan, PAN tidak keberatan dan sangat membuka diri untuk berkoalisi bersama PPP. Oleh karena itu harus bersama sama menjajaki rencana koalisi ini.

 

“Ketua PPP Zaenul Mutaqin ini sudah sangat populer di Kota Bogor, dan saat ini kita sama sama sedang ikhtiar, silahkan saja Kang ZM berkomunikasi dengan incumbent (Bima Arya) sebagai kader terbaik PAN,” ujarnya.

 

Kalaupun pahit pahitnya antara PAN dan PPP tidak berjodoh, lanjut Safrudin, maka terpenting adalah sejak awal sudah dilakukan ikhtiar. Memang ada sejumlah tokoh yang disorot oleh PAN untuk diajak komunikasi. Tokoh politik di Kota Bogor yang dibidik itu salah satunya Zaenul Mutaqin.

 

“Saya berharap pertemuan ini positif bagi kedua partai dan untuk pembangunan Kota Bogor kedepan. Pertemuan antara PPP dan PAN ini harus rutin dan intensif dilakukan. Kedepannya akan ditindaklanjuti komunikasi informal, agar terjadi sinergitas kedua parpol,” tuntasnya.

 

Wakil Sekjen DPP PPP, Andi Surya Wijaya dalam kesempatan itu mengatakan, PPP sudah final memajukan Ketua DPC Zaenul Mutaqin pada Pilwalkot Bogor. Saat ini tinggal mencari pasangan yang tepat dan koalisi parpol untuk bersama sama maju Pilwalkot.

 

“Saya rasa untuk PPP sudah jelas, kita mengusung Kang ZM, tinggal kita mencari teman koalisi agar bisa mendapatkan pasangan calon. Perjuangan kita nanti, PPP harus memenangkan Pilwalkot, jadi ikhtiar akan terus dilakukan,” katanya.

 

Sementara, perwakilan DPD PAN, Maha Kati menjelaskan, DPD PAN sudah melakukan penjaringan untuk bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Baik untuk kader internal maupun eksternal. Kalau nanti ada kader terbaik dari PPP yang menjadi pilihan penjaringan PAN, maka selanjutnya akan dijajaki untuk di usung, baik sebagai calon Wali Kota atau Wakil Wali Kota.

 

“Semuanya masih berproses, dan penjajakan terhadap bakal calon dari kalangan eksternal terus kita lakukan. Kita berharap ada banyak kesamaan antara PPP dan PAN,” pungkasnya. (Nai)

Comments