MANGKRAK, JALAN BOMANG PICU KECELAKAAN LALULINTAS

TAJURHALANG – Banyak sudah para pengendara sepeda motor yang melintasi jalan Bojonggede – Kemang (Bomang), tepatnya di RW 11 Kampung Jampang Desa Kalisuren tergelincir dan jatuh di jalan yang hingga saat ini belum selesai pembangunannya tersebut.

Kejadian itu dipicu akibat licinnya badan jalan karena ceceran tanah merah dari truk pengangkut galian tanah yang ada di Blok Geramang RW 10 Kampung Jampang Desa Kalisuren yang setiap hari melintasi jalan proyek tender mangrak itu. “Badan jalan penuh lumpur tanah dan jadi licin tersiram air hujan. Saya jatuh dari motor saat pulang sekolah,” ungkap Maya (17) seorang pengendara motor kepada awak media.

Maya mengaku, dirinya jatuh saat melintasi jalan Bomang ketika hendak pulang usai sekolah. “Kedua kaki saya mengalami luka dan pakaian seragam sekolah kotor kena lumpur. Beruntung saat saya jatuh, tidak ada mobil yang lagi ngebut,” ujar siswi di salah satu sekolah swasta di Bogor itu.

Hal serupa diungkapkan Yudi (35) warga sekitar. Menurutnya, kondisi jalan yang dipenuhi tanah sangat berbahaya bagi pengguna kendaraan bermotor roda dua. Apalagi saat hujan turun jalan jadi licin dan jika panas jalan berdebu. “Bahaya sekali kalau licin begini. Terutama pengendara sepeda motor,” ungkapnya.

Yudi menambahkan, dalam sehari, setidaknya ada 11 pemotor yang jatuh terpeleset di jalan itu. “Kasihan para penguna motor itu, apalagi umumnya pengendara wanita yang banyak jatuh,” ujarnya. Dia juga menerangkan, tiap ada pemotor yang jatuh, warga sekitar sering menolong. Hal ini jelas membuat warga sekitar jalan Bomang maupun warga pengguna sepeda motor yang melintasi jalan tersebut, resah dan susah. “Kami minta aparat atau pihak berwenang agar memperhatikan hal ini.” Pungkasnya. (Mul)

 

Comments