Waduh! Rapat Pembentukan FK LPM Bogor Selatan Berujung Ricuh

 

Bogor – bogorOnline.com

 

Pasca pemilihan Ketua Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di 16 Kelurahan se-Kecamatan Bogor Selatan, beberapa waktu lalu, dalam waktu dekat, akan diadakan Pemilihan Ketua LPM.

 

Untuk persiapan pelantikan, pihak Kecamatan Bogor Selatan menggelar rapat bersama dan diikuti pula para ketua ketua LPM se-Kecamatan Bogor Selatan, di aula kantor Kecamatan Bogor Selatan.

 

Namun, dalam rapat tersebut, para ketua LPM merasa kecewa dengan intervensi dari Camat Bogor Selatan, Sujatmiko Baliarto, selain terlalu intervensi, mereka menilai camat pun terlalu mengedepankan Arogansinya sebagai Camat. Sehingga sedikit terjadi kericuhan dan berbeda pendapat antara Camat dengan para ketua LPM ini.

 

Awal kericuhan tersebut berawal dari usulan Camat, yang akan melantik para Ketua LPM terpilih itu, yang disekaliguskan dengan pelantikan jajaran pengurus Forum Komunikasi (FK) LPM Kecamatan Bogor Selatan. Mayoritas para ketua LPM se-Kecamatan Bogor Selatan, meminta agar kepengurusan FK LPM Kecamatan terlebihdahulu ditempuh dengan cara musyawarah. Akan tetapi, Camat Sujatmiko akan melakukan penunjukan langsung Ketua FK LPM Kecamatan Bogor Selatan sesuai dengan Perwali nomor 77 tahun 2014 tentang pedoman pembentukan lembaga kemasyarakatan di Kota Bogor.

 

Sebagian besar ketua LPM mengaku kecewa dan prihatin dengan sikap arogansi dan intervensi Camat Bogor Selatan, terkait rencana penunjukan Ketua FK LPM Bogor Selatan, diantaranya ketua LPM Bojongkerta, Harjasari, Cikaret, Rancamaya, Kertamaya, Lawanggintung, Batutulis, Empang, dan Genteng.

 

Ketua LPM Batutulis, Rudi Yuniardi mengungkapkan, memang berdasarkan Perwali nomor 77 tahun 2014 itu, Camat bisa menunjuk Ketua FK LPM, tetapi alangkah baiknya, dalam proses pemilihan Ketua FK LPM beserta jajarannya, terlebih dahulu bermusyawarah dan bermufakat bersama para ketua LPM aktif dari 16 Kelurahan.

 

“Kami ingin bermusyawarah dan mufakat serta dilibatkan dalam pembentukan FK LPM itu. Jadi jangan hanya menggunakan Perwali, tapi musyawarah harus dikedepankan,” ungkap Rudi.

 

Senada dengan ketua LPM Batu tulis, Ketua LPM Bojongkerta, Iyan Sopian meminta agar aspirasi para ketua LPM aktif ditampung dan diterima. Ini bukan masalah setuju atau tidak setuju dengan hak preogratif Camat sesuai Perwali dalam menunjuk Ketua FK LPM, tetapi para ketua LPM aktif se-Kecamatan harus diajak musyawarah dan terlibat aktif.

 

“Silahkan saja mau menunjuk siapapun, tapi kami juga harus dilibatkan sebagai ketua LPM aktif. Karena kita kedepannya kan harus sinergi dan bekerjasama dengan kepengurusan FK LPM, jadi harus terlibat secara kelembagaan,” tegasnya.

 

Namun saat wartawan hendak mengkonfirmasi berita tersebut melalui telpon selular, Camat tidak menjawabnya. (Nai)

Comments