Klinik Dini Medika, Tepis Dugaan Aborsi

CIBINONG-

Bidan dari Klinik Dini Medika, Sri Heni, membuat surat pernyataan atas pemberitaan klinik tersebut di sejumlah media.

Begini isi surat tersebut, “Dengan ini saya ingin mengklarifikasi masalah yang terkait di bogoronline tentang pemberitaan di Klinik Dini Medika menerima jasa aborsi. Dengan ini saya menyatakan tidak benar berita tersebut, demikian surat ini saya buat,” tulisnya, di tanda tangani oleh yang bersangkutan, Senin (18/12) dini hari.

Seperti diberitakan sebelumnya, Klinik Dini Medika terancam dibekukan ijin praktik nya. Hal itu lantaran Klinik tersebut diduga disalahgunakan sebagai ajang melakukan aborsi terhadap pasiennya.

“Jika aborsi itu dilakukan, bukan hanya unsur pidana saja, tetapi ijin praktik jika klinik itu sudah memiliki ijin, dapat dicabut. Dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) juga dapat melakukan hal yang sama terhadap bidan yang diduga melakukan aborsi,” kata Sekretaris Dinas (Sekdis) Kesehatan Kabupaten Bogor, Erwin Suriana, ketika dikonfirmasi di kantor nya, Jum’at (15/12).

Ia menambahkan, pihaknya bersama organisasi profesi IBI akan segera menyikapi persoalan ini, terlebih hal ini jelas dilarang dalam Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Informasi yang diperoleh, dugaan aborsi yang dilakukan oleh bidan ini terjadi sekitar akhir bulan November kemarin. Menurut sumber yang namanya minta tidak disebutkan menjelaskan, bahwa untuk memuluskan tindakan aborsi itu, pasien dibanderol dengan harga Rp 7 juta, mengingat usia kandungan yang sudah memasuki 5 bulan. (di)

Comments