Respon Laporan Warga, Bima Sidak Pembangunan Sodetan dan Turap

bogorOnline.com

Merespon laporan warga Perumahan Bogor Raya Permai (Bogor Country), Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat atas meluapnya volume saluran air, Wali Kota Bogor Bima Arya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pembangunan gorong-gorong saluran air (sodetan) dan turap penahan tanah, Jumat (15/12/17).
Dalam sidak tersebut, Bima yang didampingi Camat Bogor Barat Pupung W.Purnama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Bogor Chusnul Rozaqi dan Lurah setempat secara langsung mengecek dan melihat titik sodetan yang sedang dibangun.
Nampak terlihat para pekerja pembangunan tengah menyelesaikan pembangunan sodetan dan turap yang ditargetkan selesai pada 23 Desember 2017 nanti.

Seusai mengecek pembangunan di dekat gerbang Perumahan Bogor Raya Permai (Bogor Country), kemudian di lanjut ke pembangunan TPT Sungai Cikeumeuh dan berakhir di perbaikan sodetan di perbatasan Curug Mekar. Lalu Bima melanjutkan sidak ke lokasi pembangunan gorong-gorong dan turap lainnya di Taman Sari Persada.
Bima mengatakan, sudah dua hingga tiga tahun terakhir warga di Bogor Raya Permai dan Taman Sari Persada mengeluh karena saluran air tidak dapat menampung air sungai dan membuat banjir. Maka, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas PUPR mendesain sodetan dan TPT di tiga titik.
“Saya cek untuk memastikan semua lancar serta mengantisipasi dampaknya ketika yang disini ini lancar apakah yang berikutnya lancar atau malah ada penyempitan,” ujar Bima kepada Wartawan, disela sidak.
Saya akan terus mencermati, lanjut Bima, pembangunan senilai Rp. 1,7 Miliar di setiap titiknya ini untuk melihat apakah ketika hujan nanti air masih menggenang ke tempat lain atau tidak. Namun, ia memastikan Bogor Permai Raya dan Taman Sari tidak akan banjir dengan adanya sodetan ini sembari merencanakan pelebarannya juga.
“Pembangunannya sudah 90 persen dan ditargetkan rampung 22 Desember mendatang,” imbuhnya.
Kunjungan sidak Walikota ke TPT dan Sodetan lantas menarik seorang Warga Blok FG Bogor Raya Permai Umaryani (42) untuk memberikan masukan. Menurutnya, sejak pembangunan Tol Borr aliran air sungai menjadi lebih besar dari biasanya sebab semua air mengarah kesini. Sehingga untuk menghindari banjir dibuat TPT untuk menahan sampah dan mengatur debit air. Tetapi berdasarkan yang ia lihat kontraktor tidak membuat gorong-gorong air di sekitar rumah warga untuk dibuang ke sungai.
“Sebelum ada pembangunan ada salurannya, tetapi setelah ada pembangunan malah tidak ada gorong-gorong padahal debit airnya besar. Makanya tadi saya sampaikan ke pak wali agar ditindaklanjuti. Karena saya sudah pernah bilang ke kontraktor tetapi sampai sekarang belum ada tindaklanjut,” ujar Umaryani yang berprofesi sebagai kontraktor.  (Rky/hms)