Dengan Mengendarai Delman Istimewa, Paslon Walikota Bogor DID STS Daftar ke KPU

bogorOnline.com
Memasuki hari kedua pendaftaran Calon Walikota Bogor periode 2018-2023. Sejumlah bakal calon mulai mendaftarkan pasangannya ke kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jalan Loader, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Selasa (9/1/18).
Dengan menggunakan pakaian adat sunda dan mengendarai Delman istimewa, serta diantar ratusan orang pendukungnya, pasangan Dadang Iskandar Danubrata (DID) dan Sugeng Teguh Santoso (STS) tiba di kantor KPU sekira pukul 14.30 WIB. Diterima langsung oleh Ketua KPUD Kota Bogor Undang Suryatna, kemudian pasangan ini langsung memasuki ruangan yang telah disediakan, guna mengikuti tahapan selanjutnya.
Usai mengikuti proses tahapan di KPU, pasangan ini melakukan konfrensi pers diruangan Media Center yang telah disiapkan oleh KPUD Kota Bogor.
Dadang menjelaskan, syukur Alhamdulillah kita diterima oleh KPUD dengan baik, selanjutnya kami akan mempersiapkan tahapan berikutnya, kami pun mengikuti semua aturan yang ada di KPU.
“Yang pasti kita akan berpatokan kepada Visi misi partai dan Visi misi nawacita dan di sesuaikan dengan kearifan lokal di kota Bogor,” ungkap Dadang kepada wartawan.
Dadang melanjutkan, apabila dirinya bersama sts terpilih nanti, ketua umum PDIP Megawati Soekarno Putri sudah mengintruksikan, agar kita fokus melakukan perbaikan-perbaikan dan meningkatkan taraf hidup wong cilik.
“Masih banyak yang harus diperbaiki terutama dalam bidang kesehatan dengan keterbatasannya, seperti terbatasnya ruangan kelas 3 di rsud kota Bogor. Belum lagi dibidang pendidikan, masih banyak masyarakat yang belum mampu meneruskan sekolahnya karna biaya sekolah yang mahal, lapangan pekerjaan pun masih minim, sebab masih banyak terlihat pengangguran di kota Bogor,” ujarnya.
Masih ditempat yangsama, Sugeng Teguh Santoso menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi KPUD kota Bogor yang telah menerima kami dan juga telah menjelaskan tentang aturan-aturan, kewajiban dan ketaatan pada aturan yang dikenakan sama pada semua pasangan calon.
“Salahsatunya kepada paslon,  jika sudah masuk masa kampanye, paslon tidak boleh melakukan pemasaran iklan di media cetak maupun media elektronik, apabila terjadi, sanksinya sangat berat, yaitu pembatalan pasangan calon,” pungkasnya. (Nai)

Comments