Galian C di Kalisuren diduga Bodong

TAJURHALANG – Galian tanah merah yang berada di kampung blok Geramang Desa Kalisuren Kecamatan Tajurhalang diduga tak memiliki ijin lengkap. Padahal adanya galian tanah ini telah membuat warga dan masyarakat sekitar cukup resah.

Bahkan dampak negatif dari adanya aktivitas galian ini juga dirasakan warga lainnya diluar lokasi galian. “Padahal banyak warga yang mengeluh karena jalan di sekitar Desa Kalisuren jadi rusak dan penuh ceceran tanah merah.” Ujar Haerudin, warga Desa Kalisuren kepada wartawan.

Di lokasi galian, aktifitas masih berlangsung dengan armada angkutan galian yang melintasi jalur proyek jalan Bomang yang molor. “Masyarakat mengira ini bagian dari proyek jalan Bomang. Padahal tidak ada kaitannya.” Ujar Apeng warga lainnya.

Sebelumnya, saat dikonfirmasi Kasi Trantib Kecamatan Tajurhalang Hendra mengatakan kepada wartawan, belum menerima laporan dan berkas ijin proyek galian tersebut. “Kami belum menerima berkas-berkas perijinannya. Kami juga akan berkoordinasi dulu dengan Unit Pol PP Kemang karena wilayahnya lintasan armada truk pengangkut tanah.” Ungkap Hendra singkat.

Seperti diketahui, sepekan lalu protes atas aktifitas galian tanah merah di Blok Geramang Desa Kalisuren juga dilakukan warga masyarakat Desa Jampang Kecamatan Kemang. Warga mengaku kesal karena akibat lintasan armada truk angkutan tanah merah, jalan simpang Jampang jadi penuh debu saat cuaca panas dan licin serta berlumpur saat cuaca hujan.

“Warga minta galian ini ditertibkan sesuai peraturan yang ada. Saya juga menjelaskan bahwa tidak ada penerimaan uang dari proyek galian tanah tersebut.” Tegas Kades Jampang Wawan Hermawan saat mempertemukan warga dengan pihak pengelola galian tanah merah Blok Geramang Desa Kalisuren Tajurhalang. (MUL)

Comments