Kades Tamansari Jalin Ulang Komunikasi Dengan Warga

bogorOnline.com

Paska aksi unjukrasa yang dilakukan oleh sejumlah warga yang tergabung dalam Formapta pada Rabu (3/1) lalu. Kepala Desa (Kades) Tamansari, Gumilar Sutedja memberikan klarifikasi sekaligus memberikan pemahaman kepada warga serta tokoh masyarakat, terkait inti masalah yang dipertanyakan.

Dalam sambutannya, Gumilar Sutedja menuturkan, sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada warga masyarakat desa tamansari yang sudah meluangkan waktunya, untuk menghadiri kegiatan ini, saya akui saya hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Namun, sebagai mahluk Allah yang diberikan akal, sebisa mungkin saya tidak ingin membuat kesalahan, saya akan lakukan yang terbaik untuk warga masyarakat desa tamansari.

“Belakangan ini, saya merasa disudutkan oleh sejumlah pihak, saya dipaksa untuk melakukan ini dan itu yang tidak saya kehendaki, tapi kenapa harus saya, apa salah saya kepada mereka ini, apakah ini murni keinginan warga dan tokoh masyarakat serta alim ulama desa tamansari?,” ungkap Gumilar, Senin (8/1/18).

Gumilar melanjutkan, dengan berkumpulnya kita hari ini, ada saja tudingan miring dari mereka terhadap saya. Disaksikan langsung oleh pak bhabinsa, jika yang hadir disini bukanlah massa tandingan aksi unjukrasa waktu itu.

“Meskipun pertemuan ini tidak dihadiri perangkat RT dan RW, namun para warga yang hadir ini, adalah warga yang peduli dengan kemajuan desa tamansari, mereka tak ingin masalah ini berlarut-larut, sehingga dapat mengganggu roda pemerintahan di desa ini, biar saja bila mereka beranggapan seperti itu, karna itu memang hak mereka,” ujarnya.

Terkait inti masalah yang mereka pertanyakan seperti Mobil Siaga Desa, Penjualan tanah Bengkok dan pengalokasian Rastra. Semua sudah hampir tidak ada masalah lagi, semua sedang berproses kearah yang baik dan benar, dan dalam suasana yang penuh keakraban ini, saya terangkan dengan sedetil-detilnya kepada warga.

“Tujuan dari acara ini adalah untuk mempererat tali silaturahim, bukan untuk pembelaan diri saya. Bahkan saya disini mengakui kesalahan-kesalahan saya kepada warga, dan saya langsung meminta maaf, syukur Alhamdulillah warga yang hadirpun dapat memahami posisi saya,” tandasnya.

Masih di tempat yang sama, Ketua BPD Desa Tamansari, Dede Suhendar mengatakan, pemberhentian kepala desa itu yang menentukan bukan BPD, yang hanya dapat melakukan kebijakan tersebut adalah Bupati Bogor.

“Sama halnya seperti yang telah dikatakan oleh Camat Tamansari Tedy Pembang di forum (3/1) lalu, jika hal tersebut disetujui Bupati, maka Kepala Desa akan dinonaktifkan dan akan di gantikan oleh sekdes sebagai Plt,” ungkap Dede.

Suhendar menambahkan, saat kami dipanggil oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) untuk klarifikasi atau dimintai keterangan terkait hal tersebut, kami menyampaikan apa adanya saja. Namun begitu, semua keputusan ada di Bupati atau DPMD, jika mereka mengatakan Gumilar Sutedja masih layak menjadi Kepala Desa, secara otomatis harapan BPD adalah harapan semua masyarakat.

“Kami harap pak kades mau selalu untuk bermuhasabah diri, atau memperbaiki dirinya sendiri, tidak ada lagi kejadian miskomunikasi antara pemerintahan dengan masyarakat ataupun tokoh masyarakat, bagaimana caranya Ia harus berbenah, merubah semua tatanan kerja dan lain sebagainya,” ujarnya.

Terpisah, ketua RW 07, Tiaji menjelaskan, Intinya sebelum ada keputusan tetap dari Bupati, Gumilar Sutedja itu tetap menjabat sebagai kades Tamansari, terlebih segala kesalahan yang selama ini terjadi tidak selamanya kesalahan karena Pemerintahan Desa Tamansari.

“Disini itu sama seperti Desa yang lainnya, ada Lembaga Desa, contohnya seperti LPM, Perangkat Desa, Dusun Termasuk kontrol dari elemen masyarakat, juga ketua RT dan RW di wilayah Desa Tamansari. Tinggal dikasih kesempatan saja Kades untuk memperbaiki diri, dan sebagai warga yang baik, kita harus memberikan kontrol penuh, ingatkan dia jika melakukan kesalahan, jangan didiamkan saja,” pungkasnya. (Rky)