“Kecewa” dengan Gerindra, PKS Lebih Milih Gabung JA

Cibinong – DPD PKS Kabupaten Bogor lebih memilih berkoalisi dengan Partai Golkar yang mengusung pasangan Jaro Ade – Inggrid, meskipun jauh – jauh hari sudah menjalin kesepahaman melalui MoU dengan Gerindra.

Meskipun tidak menyebutkan dengan kata-kata, namun raut wajah para petinggi DPD PKS Kabupaten Bogor menunjukkan kekecewaannya saat menggelar konpres di kantor DPD PKS Kabupaten Bogor di Cibinong, Rabu (10/01/2017).

Ketua Umum DPD PKS Kabupaten Bogor Agus Salim mengatakan, tim pemenangan pemilu daerah memiliki amanah untuk mengusung kader PKS dalam Pilkada 2018 melalui proses panjang, dari penjaringan sampai mengerucut menjadi dua nama yakni Wasto Sumarno dan Ida Farida Darwi.

Namun pihaknya tidak dapat merealisaikan amanah umat dan para kyai tersebut. “Sebetulnya kami sudah MoU dengan Gerindra, dan kami mengharapkan koalisi linier dengan Pilgub Jabar, karena kita punya kewajiban memenangkan Pilgub, namun tidak sesuai harapan,” kata Agus Salim.

Setelah tidak bisa melaksanakan amanah Musda, imbuh Agus Salim, pihaknya menyerahkan ke DPP. “Maka arahan dari DPP tetap mendukung pasangan yang ada, paling tidak yang sama menjadi visi misi, maka kemudian diputuskan mendukung dan mengusung Ade Ruhandi – Inggrid Kansil yang dibangun oleh koalisi Golkar, tidak lagi berpandangan koalisi linier dengan Pilgub Jabar,” imbuhnya.

Menurutnya, dukungan kepada koalisi yang dibangun oleh Golkar, telah berkomitmen dan disepakati. Kesepakatan itu diantaranya adalah dukungan dakwah dan pendidikan, pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor dan ketiga keseimbangan pembangunan dan lingkungan.

Wasto Sumarno juga mengatakan, bahwa pasangan JA – Inggrid merupakan pasangan yang paling tinggi elektabilitasnya jika dibandingkan dengan pasangan lainnya seperti Ade Yasin – Iwan Setiawan dan Fitri Putra Nugraha-Bayu Syahjohan.

“Kita punya survey, dalam elektabilitas pasangan Ade Ruhendi ini menempati urutan pertama yakni 22 persen dan kemudian disusul oleh Ade Yasin yang hanya 19 persen. Dan pasangan ini yang kemudian bisa kita titipkan pesan dan komitmen PKS. Kita lihat kesolidan mereka, dan kesempatan untuk menang itu sangat tinggi,” kata Wasto yang juga ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor. (di)