PELAJAR TEWAS AKIBAT LAKA LANTAS, WARGA GUNUNGSINDUR KEMBALI BLOKIR JALAN TRONTON

GUNUNGSINDUR – Ratusan warga Kecamatan Gunungsindur kembali memblokir jalan guna menghadang lalu lalang truk pengangkut tambang. Aksi ratusan warga dari beberapa desa itu, dilakukan di jalan Atma Asnawi tepatnya di dua lokasi yaitu depan Kantor Kecamatan Gunungsindur dan di sekitar Jembatan Leuwiranji perbatasan Kecamatan Gunungsindur dan Rumpin. “Kami menuntut pemerintah untuk bersikap tegas dengan melarang truk tronton tambang melintas di jalur jalan Gunungsindur,” ungkap Uding (54) salah seorang pendemo kepada bogoronline.com, (28/1/2018).

Dia menambahkan, warga sudah terlalu banyak dirugikan akibat ketidaktegasan Pemkab Bogor terkait jalur tambang. “Salah satunya sudah banyak korban jiwa akibat terjadinya kecelakaan lalu lintas karena jalan rusak dan jalur tambang ini.” tandasnya disambut teriakan setuju warga pendemo. Tuntutan serupa diungkapkan, Syaeful (36) warga lainnya. “Kami sudah membuat surat tuntutan warga yang ditandatangani sekitar 200 orang warga. Tuntutan warga meminta agar aparat tidak memberikan ijin jalan ini untuk dilalui truk tronton pengangkut tambang.” ujarnya.

Syaeful mengungkapkan, selain sering menelan korban jiwa dan jalan rusak yang harus terus dirasakan warga, adapula penyakit inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang banyak menimpa warga. “Jalan rusak karena adanya truk tambang yang melintasi jalan ini. Kapasitas jalan provinsi cuma 8 ton, tapi ini truk tronton isinya puluhan ton. Harusnya pemerintah tegas melarang.” Cetusnya.

Sementara Kapolsek Gunungsindur Kompol Hariyanto didampingi Danramil Gunungsindur Kapten (inf) Safrudin langsung turun ke lokasi guna menjaga kondusivitas kamtibmas di tengah ratusan massa pendemo. Kompol Hariyanto mengatakan, aksi demo dipicu kejadian laka lantas terhadao seorang pelajar SMP di jalan Atma  Asnawi yang meninggal dunia di TKP. “Sebenarnya yang menabrak bukan truk tambang, tapi truk pengangkut barang toko material bangunan. Truk ukuran kecil dan kasusnya sudah ditangani Subnit Laka Lantas,” jelasnya.

Kapolsek menjelaskan, massa menuntut penutupan jalan. Namun, kewenangan tersebut ada pada Dinas Perhubungan. “Kami sudah berkoordinasi. Besok rencananya ada rapat gabungan di kantor Kecamatan Gunungsindur,” Papar Kompol Hariyanto.

Pantauan bogoronline.com dilokasi demo, suasana sempat memanas akibat adanya aksi saling tutup jalan antara warga di wilayah Gunungsindur dan kelompok sopir truk tambang yang berkerumun di daerah Leuwiranji Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin. Kedua kelompok massa saling berhadapan dan saling berteriak namun dibatasi aparat berwajib gabungan Polri TNI dan Satpol PP.

Beruntung aparat gabungan dari Polres Bogor, Polsek Gunungsindur, Polsek Parungpanjang dan Koramil Gunungsindur berhasil melakukan mediasi diantara dua kelompok massa tersebut. Aksi demo yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB itu baru sedikit mereda sekitar pukul 15.00 WIB. “Alhamdulillah kondusif. Semoga kedua pihak bisa menahan diri dan tidak berlaku anarkis.” tegas Danramil Gunungsindur Kapten Safrudin. (MUL)