Dari Empat Paslon Cagub, Elektabilitas Pasangan Rindu Tertinggi

Bandung – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) memuncaki elektabilitas tertinggi dibandingkan dengan tiga pasang kandidat lainnya.

Survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indo Barometer yang dilakukan di Jawa Barat pada 20 – 23 Januari 2018 dengan memberikan pertanyaan tertutup.

Yakni, seandainya pemilihan Gubernur Jawa Barat dilakukan hari ini, dari empat pasangan calon ini telah didukung oleh partai politik 1.Pasangan Deddy Mizwar – Dedi Mulyadi didukung Golkar dan Demokrat, 2 Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum didukung PPP, PKB, Nasdem dan Hanura, 3. Sudrajat – Ahmad Syaikhu didukung PKS, Gerindra dan PAN dan 4 pasangan Tb Hasanudin – Anton Charliyan dari PDIP pasangan manakah yang B/I/S pilih sebagai gubernur dan wakil gubernur?

Jawaban responden menunjukkan pasangan Rindu memiliki elektabilitas tertinggi yakni sebesar 44,6 persen dan disusul oleh pasangan Dedy Mizwar Dedi Mulyadi sebesar 26, 5 persen.

Sedangkan pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan dan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaiful masing-masing sebesar 1,0 persen.

Sementara responden yang memilih menjawab rahasia sebesar 3,0 persen, belum memutuskan 18,8 persen dan tidak tahu/tidak jawab sebesar 5,1 persen.

“Kita ingin melihat dari sisi bagaimana elektabilitas dan popularitas setiap pasangan calon dan terkait elektabilitasnya,” kata Peneliti Indo Barometer Asep Saepudin, di Kota Bandung, Selasa (13/02/2018).

Asep menambahkan, bahwa survei yang dilakukan kali ini merupakan survei yang keempat kalinya oleh Indo Barometer sejak dinamika di Pilgub Jawa Barat 2018 dimulai.

Sementara dalam survei yang sama, elektabilitas para calon wakil gubernur, Dedi Mulyadi memperoleh dukungan tertinggi yakni sebesar 27,3 persen diurutan kedua Uu Ruzhanul Ulum dengan memperoleh 23,1 persen.

Sedangkan Anton Charliyan mendapatkan dukungan sebesar 2,1 persen dan Ahmad Syaikhu 0,9 persen. Sementara responden yang menyatakan tidak akan memilih, rahasia, belum memutuskan, tidak tahu dan tidak jawab adalah 46,6 persen. (adi)

Comments