Joko Purwanto dan BIG Gelar Acara, Pemkot Tidak Merespon

bogorOnline.com

Berbagai unsur elemen masyarakat di Kota Bogor mengikuti kegiatan diseminasi pemanfaatan dan pengamanan aset data serta informasi geospasial dalam mendukung pembangunan daerah Kota Bogor. Acara dilaksanakan di Royal Hotel, Jalan Juanda, Senin (19/3/18).

Acara di inisiasi oleh Anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi PPP, Joko Purwanto, dengan menghadirkan narasumber dari Badan Informasi Geospasial (BIG). Usai kegiatan, Joko Purwanto mengatakan, ternyata apa yang dikerjakan oleh BIG itu punya informasi penting terkait soal menjaga aset dan situasi keberadaan informasi, apakah itu pemetaan daerah rawan bencana, pemetaan titik koordinat dari wilayah kekuasaan daerah, sehingga kondisi kondisi seperti itu menjadi sesuatu yang menarik tapal batas dari wilayah itu sendiri. Diharapkan informasi pemetaan ini menjadi suatu hal yang benar benar otoritas satu satunya yang bisa memberikan informasi yang dapat dipertanggung jawabkan.

“Dengan data aset atau peta ini memudahkan pihak badan yang diberikan otoritas penuh untuk bisa melegitimasi terhadap bagaimana informasi itu dibutuhkan dan menurut saya itu sangat penting. Jujur saja saya baru tahu tentang Geospasial yang menurut saya dampaknya kepada masyarakat luar biasa,” ungkap Joko.

Inilah yang kemudian memprihatinkan, lanjut Joko, biasanya kecenderungan daripada apa yang dilakukam oleh teman teman di DPR RI tidak mendapatkan respon yang bagus dari pemerintah Kota atau Kabupaten. Padahal yang dilakukan hari ini tidak bicara terhadap persoalan politik, tapi setidak tidaknya amanah yang dipegang oleh teman teman anggota DPR RI bisa memberikan kontribusi karena dia dipilih oleh dapilnya sendiri. Contohnya kegiatan hari ini yang tidak mendapat respon dari Pemkot Bogor, karena tidak ada satupun Kepala Dinas yang hadir dalam acara ini, padahal undangan sudah disebar ke semua Dinas terkait.

“Kami kadang kadang menjadi acara yang digelar bermanfaat untuk masyarakat di Kabupaten dan Kota itu masih dianggap sepele, tidak ada manfaatnya, atau karena beda partai dan sebagainya, padahal ketika sudah menjadi Anggota DPR RI, kami adalah wakil rakyat yang memegang amanah untuk memberikan kontribusi bagi dapil. Ini adalah acara aspirasi yang diterima oleh teman teman anggota DPR RI, khususnya di Komisi VII, tapi tidak direspon oleh Pemkot Bogor,” bebernya.

Namun demikian, Joko mengaku cukup mendapat surprise dengan tanggapan dari teman teman unsur elemen maayarakat yang hadir, terlihat bahwa penghargaan itu juga diberikan oleh BIG karena ternyata teman teman di Kota Bogor yang datang sangat responsif dan antusias, dan apa yang ditanyakan oleh mereka bukan pertanyaan asbun asal bunyi, dan teman teman saya belum pernah melihat di dapilnya masing masing respon yang seperti ini.

“Jadi saya bangga dan berterimakasih pada sahabat sahabat yang datang di acara ini. Mereka antusias sebagai pemerhati dan punya tanggung jawab moral terhadap Kota Bogor, unsur elemen masyarakat seperti ini luar biasa responnya,” jelasnya.

Sementara, Sekretaris Utama BIG, Titik Suparwati mengatakan, intinya Badan Informasi Geospasial punya tugas yaitu menyampaikan informasi Geospsial, dasar, tematik maupun penyebar luasan.

“Hari ini kami merasakan sekali bahwa keterlibatan masyarakat, yang di inisiasi oleh pak Joko Purwanto dari anggota Komisi VII DPR RI itu membawa kami dekat kepada masyarakat, dimana kemanfaatan itu harus dirasakan, sehingga terasa sekali informasi Geospasial atau yang tadi dikatakan peta itu terasa sekali oleh mereka, seperti ada BIG berarti ada peta, berarti ada aset aset yang harus dijaga, ada aset-aset yang memang diperlukan untuk tugasnya BIG,” ucap Titik.

Desiminasi pemanfaatan dan pengamanan aset data dan informasi geospasial dalam mendukung pembangunan di daerah kabupaten kota ini juga dilakukan desiminasi di beberapa daerah dan kemungkinan nanti akan dilakukan di 50 kabupaten kota bersama sama dengan Komisi VII DPR RI.

“Kalau untuk pemerintah daerah harus abisa menjaga aset tersebut, dan menginformasikan bahwa aset aset ini bermanfaat bukan hanya untuk pemda tetapi juga untuk kementrian lembaga dan pusat,” pungkasnya. (Nai/ist)