BOLEHKAN AKU PANGGIL KAKAK?

Kakak itulah yang di panggil seorang adik ke kakaknya, Ikatan saudara yang sedarah dari ayah dan ibu yang sama dan menjadikan dua insan yang berbeda tetapi mempunyai hubungan yang sangat erat bagaikan kertas dan pulpen yang saling membutuhkan satu dengan yg lainnya.

Aku dilahirkan tanpa saudara yang berarti aku adalah anak tunggal yang tidak mempunyai kakak atau adik kandung dari ibu dan ayahku. Aku merasakan dimana selama belasan tahun hidup di dunia tidak mengenal seorang kakak atau merasakan kasih sayang seorang kakak yang sering aku dengar oleh temanku sendiri. Aku hanya bisa mendengarkan cerita orang diluar sana tentang kepribadian dan kasih sayang seorang kakak terhadap adiknya sendiri tetapi aku sama sekali tidak bisa mengharapkan seorang kakak karna aku tau ibu sangat berjuang hebat untuk mendapatkanku di dunia ini.

Banyak yang berkata kepadaku bahwa anak tunggal itu menguntungkan dan bisa mendapatkan segalanya hanya dengan meminta kepada orangtua saja tetapi semua yang orang pikir itu indah tidak selamanya indah di dalam hidupku. Aku merasa kesepian tanpa seorang kakak dan aku iri terhadap semua orang yang ada di lingkungan ku tentang mereka yang menceritakan kakaknya di hadapanku.

Awal masuk Sekolah Menangah Atas (SMA) dan Tamat Sekolah Menangah Atas (SMA) menjadi sebuah kisah duka yang sangat menyakitkan bagiku yang mana surgaku dan tempat aku berkeluh kesah, pergi meninggalkanku yaitu ibuku dan ayahku. Mereka meninggalkan ku sendiri tanpa siapapun dan hanya meninggalkan kenangan yang hanya bisa aku rasakan kehangatannya dan kasih sayangnya yang juga tinggal kenangan saja. Aku berusaha berjuang diri untuk bangkit dari keterpurukan yang aku alami. Ikhlas dan berdoa itulah yang aku bisa panjatkan kepada orangtua ku sampai akhir hayatku.

Setelah ujian yang ku jalanin aku tinggal bersama keluargaku dan aku mempunyai kakak sepupu yang mana mau menerimaku dan membantuku dalam segala hal sampai aku diterima di salah satu perguruan tinggi negeri. Aku senang atas kehadirannya di hidupku menambah warna yang dulu hitam menjadi warna warni kembali berkatnya. Mungkin perlahan aku bisa melupakan keterpurukan yang kualami dulu tetapi itu semua membutuhkan waktu yang besar dan tidak segampang yang dipikirkan. Dia memberikan yang aku butuhkan dalam hal apapun. Kasih sayang dia terhadapku mungkin tidak seperti seorang kakak dan adik pada umumnya tetapi dia tetap berusaha mau menjadi seorang kakak bagiku.

Mungkin hidupku saat itu hampa jika tidak ada kehadirannya dalam duniaku karna aku tidak bisa merasakan apa rasanya menjadi adik pada saat itu.

Kakak bagiku berarti selalu ada untukku,menyayangiku dan membantuku dalam segala hal apapun. Semenjak kehadiran dia di hidupku aku bisa merasakan kehangatan keluarga sesungguhnya dan menjadi seorang adik yang di sayangin serta di bantu dalam segi apapun.

Aku dan dia mempunyai cita cita yang beda tetapi mempunyai tujuan yang sama yaitu ingin sukses dan membanggakan keluarga. Aku bangga mempunyai seorang kakak yang bukan kandung tetapi sangat menginspirasiku dari segi apapun. Ia pun bercita cita ‘’Aku ingin melanjutkan kuliahnya di bangku yang lebih tinggi’’ dan aku menyetujuinya dengan rasa senang dan bangga atas keinginannya tersebut. Semua kulewati begitu saja dengan alur yang telah disiapkan oleh tuhan. Dia selalu ada di sampingku disetiap waktu dengan kelembutan hatinya serta memberikan senyuman manis terhadapku setiap saat.

Aku percaya senyuman manis, kehangatan dan kasih sayang kakak terhadapku membuat aku semangat dalam menjalanin hidup. Kehadirannya memberikan berjuta juta kebahagian yang takkan kulupa dan tak kudapat dahulu. Aku berharap kebahagian ini akan selalu ada disetiap waktu dan akan selalu ku kenang hingga kapanpun. Dan aku sadar bahwa semua yang ada di dunia ini akan pergi meninggalakanku namun kehadiranmu memberikan kenangan yang luar biasa terhadap hidupku selamanya. (ABDUL)

Comments