BOGORONLINE.com – Kedatangan Makuta (Mahkota) Binokasih Sanghyang Pake di Kota Bogor disambut antusias oleh masyarakat dan jajaran Pemerintah Kota Bogor, Kamis, 7 Mei 2026. Mahkota peninggalan Kerajaan Sunda Pajajaran itu tiba di Gedung Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah I (Bakorwil) Kota Bogor sebagai bagian dari rangkaian Milangkala Tatar Sunda 2026.
Makuta Binokasih diantar langsung oleh rombongan dari Keraton Sumedang Larang dengan pengawalan ketat aparat Brimob. Kehadiran benda pusaka bersejarah tersebut menjadi perhatian masyarakat karena dinilai memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi bagi tanah Sunda.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyambut langsung kedatangan rombongan Keraton Sumedang Larang di Gedung Bakorwil Kota Bogor. Ia menyebut kehadiran Makuta Binokasih Sanghyang Pake sebagai momentum langka dan istimewa bagi masyarakat Bogor.
“Yang ditunggu-tunggu sudah sekian lama, Makuta Binokasih Sanghyang Pake, sebuah simbol Kerajaan Pajajaran yang dulu pernah dijadikan mahkota semua Raja Sunda Pajajaran,” ungkap Dedie A. Rachim.
Kedatangan Makuta Binokasih menjadi bagian dari rangkaian Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang berlangsung pada 2 hingga 18 Mei 2026. Setelah diinapkan di Gedung Bakorwil Kota Bogor, makuta tersebut selanjutnya akan diarak dalam kirab budaya yang dimulai dari Museum Pakuan Pajajaran.
Kirab budaya akan menempuh perjalanan sepanjang 3,2 kilometer melalui Jalan Batutulis, Jalan Siliwangi, hingga Jalan Suryakencana.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Pemerintah Kota Bogor akan memberlakukan rekayasa lalu lintas pada Jumat, 8 Mei 2026. Pengaturan arus kendaraan diberlakukan pukul 14.00 hingga 17.30 WIB.
Selain itu, pengalihan dan penutupan arus lalu lintas secara situasional juga akan dilakukan di sejumlah ruas jalan pada pukul 18.00 sampai 22.00 WIB.
Masyarakat yang akan melintas di jalur kirab diimbau menyesuaikan waktu perjalanan dan menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas selama kegiatan berlangsung.





