Kehadiran Mahasiswa Unpak di Kampanye Pilkada dalam Rangka Observasi

BOGOR – Kehadiran sejumlah mahasiswa Universitas Pakuan dalam kegiatan kampanye Pilkada di Kota dan Kabupaten Bogor adalah bagian dari tugas kampus. Para mahasiswa mendapat tugas melakukan observasi yang merupakan bagian dari tugas mata kuliah Komunikasi Politik.
“Konteksnya bukan ikut kampanye tapi observasi. Boleh saja warga kampus melakukan observasi kampanye Pilkada. Gak ada aturan yang melarang. Apalagi ini kaitannya pengembangan ilmu dan bagian dari tugas mata kuliah,” kata Dr David Rizar Nugroho, M.Si Koordinator mata kuliah Komunikasi Politik  pada Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan dalam siaran persnya Senin (16/4) kemarin.
David menjelasan, agar identitas mahasiswa yang melakukan observasi jelas dia menginstruksikan kepada para mahasiswaa untuk mengenakan jas almamater.  Para mahasiswa juga diminta melakukan wawancara kepada stakeholders kampanye untuk menggali informasi yang relevan yang berkaitan dengan tugas mata kuliah.
“Arahan saya jelas mereka bebas mengobservasi kampanye pasangan calon siapa saja yang mau diobservasi baik di Kota maupun Kabupaten Bogor. Kedua, materi yang ditanyakan juga konkrit yakni soal komunikator politik, khalayak dan konsep kampanye,” jelasnya.
Tak hanya itu, David juga meminta mahasiswa tidak mengambil gambar dengan pasangan calon dengan menunjukkan bahasa tubuh yang di asosiasikan mendukung salah satu calon. Kalau pun ada foto diri di lokasi kampanye dibutuhkan sebagai bukti kehadiran yang dilampirkan ke tugas mata kuliah yang dikumpulkan usai obervasi.
“Saya perlu menyampaikan ini untuk meluruskan informasi yang seolah mewajibkan mahasiswa ikut kampanye dengan jaket almamater. Itu tidak betul. Yang benar mereka datang untuk observasi dalam rangka tugas kuliah. Saya di Tamansari malah ikut mendampingi mereka melakukan observasi,” kata Doktor Komunikasi Pembangunan lulusan IPB ini (*)