Pelaku Penganiayaan Saat Tawuran ‘Broken Home’

Cibinong – Para pelaku penganiayaan anak dibawah umur yang mengakibatkan dua korban luka berat dan satu korban meninggal dunia di Jalan Raya Sukabumi Kp. Cigombong RT 02/05, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, belum lama ini merupakan anak korban dari perpecahan keluarga atau broken home.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait usai menyaksikan rekonstruksi peristiwa penganiayaan di Mapolres Bogor di Cibinong, kemarin.

“Ini merupakan kejadian yang harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat, karena hal ini jangan sampai terulang lagi. Untuk itu, peran serta masyarakat disini sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya tawuran yang dapat mengakibatkan kematian. Dan beberapa pelaku ini merupakan korban dari ketidak beresan di dalam keluarga atau broken home,” kata Arist Merdeka Sirait.

Ia menambahkan, bahwa Komnas PA meminta agar masyarakat terus mengawasi anak – anaknya baik dalam pergaulan maupun dalam tingkah laku kesehariannya. “Pada saat anak-anak hilang dari pantauan orang tua itu harus dicari, karena tantangan nya sekarang ini sangat berat. Polisi saja tidak mungkin untuk menjangkau, apalagi di Kabupaten Bogor ini yang jumlah penduduk nya sangat besar,” imbuhnya.

Para pelaku penganiayaan terhadap anak ini mengakui, jika perbuatan kejinya itu merasa dendam, karena dirinya pernah dibacok oleh anak sekolah lain sewaktu masih duduk di kelas 2. “Motivasi nya hanya dendam, walaupun bukan kepada orang yang pernah melakukan hal itu. Tapi ini merupakan kebanggaan bagi mereka jika telah melakukan pembacokan,” ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro Kurniawan mengatakan, dalam rekonstruksi yang dilakukan pihaknya itu, terdapat 15 adegan. “Pada saat pembacokan yang dilakukan oleh pelaku terjadi pada adegan ke 9 dan 10,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sat Reskrim Polres Bogor telah mengamankan pelaku penganiayaan terhadap anak dibawah umur yang mengakibatkan dua korban luka berat dan satu korban meninggal dunia.

Kronologis kejadian tersebut terjadi pada hari jum’at tanggal 30 Maret 2018 sekira jam 16.30 WIB, peristiwa ini bermula saat para korban beserta rekan-rekan nya sebanyak delapan orang berangkat dari Kampung Bale Desa Pasir Doton, Sukabumi.

Mereka hendak ke Ciawi untuk menghadiri tawasulan dengan menggunakan angkutan umum. Di sekitar pabrik Yongjin, korban turun dari angkutan umum dan menyetop kendaraan truk jenis tronton, kemudian korban naik truk tronton tersebut.

Sekitar 200 meter perjalanan terdapat sekitar 20 orang yang diduga pelajar dari salah satu Sekolah di Bogor Kota menyetop dan ikut naik bersama-sama, sehingga selain para korban terdapat beberapa orang yang diduga pelajar bareng di kendaraan tersebut.

“Tidak lama kemudian, sekitar 50 meter kendaraan truk yang ditumpangi para korban dan pelajar tersebut diberhentikan beberapa orang yang diduga pelajar juga dan langsung melakukan penyerangan dengan menggunakan sajam jenis golok, sehingga para korban menjadi sasaran penganiayaan,” kata Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky.

Penyerangan itu, hingga mengakibatkan MA (15) warga Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi mengalami luka bacok pada bagian tangan kanan, IH (17) mengalami luka bacok pada bagian tangan kiri dan UR (17) mengalami luka bacok pada bagian punggung.

“Selanjutnya para korban langsung dilarikan ke RS Ciawi, namun diperjalanan UR meninggal dunia,” ungkapnya.

Adapun identitas pelaku yaitu HF, (17), yang merupakan warga Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. HF merupakan pelaku utama pembacokan dengan membawa sajam jenis celurit. Sedangkan DD (19) yang merupakan warga Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi merupakan orang yang memboncengi pelaku utama.

Sedangkan RP (20), warga Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi adalah orang yang mendokumentasikan atau membuat video penyerangan itu.

AS (18) juga terlibat, perannya adalah berboncengan dengan pelaku DD dan pelaku utama. “Ada juga IW dan HK yang masih DPO,” imbuhnya.

Barang bukti yang diamankan yaitu satu buah clurit dan sarungnya, Baju, celana dan topi korban, satu unit R2 vario 150 No. Pol F-2428-UAI, dua unit HP.

“Modus Operandi pelaku adalah ingin melakukan penyerangan terhadap para pelajar di salah satu Sekolah di Bogor Kota¬†yang sedang dalam perjalanan dari Pangandaran dalam rangkan berlibur menuju Bogor Kota, ternyata salah sasaran mengenai pelajar yang¬†hendak menuju Ciawi untuk menghadiri tawasulan,” jelasnya.

Para pelaku ini, juga ditengarai telah berkali-kali melakukan tawuran di berbagai tempat di Kabupaten Bogor.

Pelaku dikenakan Pasal 80 ayat (3) UU RI No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP dan atau 170 ayat (3) KUHP dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP dan atau Pasal 2 ayat (1) UU RI No. 12/Drt/1951.

Pelaku penyerangan ini diketahui merupakan dari gabungan Sekolah SMK kota Bogor yang mengatas namakan “SBYM” singkatan dari Sky, Baster, Yatek dan Meboet. (adi)

Comments