61 Korban Keracunan Tutut di Bogor Kurang Infus

Bima-Dedie Bergilir Menjenguk Hingga Subuh

bogorOnline.com

Sekitar 61 warga Kampung Sawah, Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor, keracunan makanan yang diduga berasal dari olahan tutut yang dikonsumsi usai berbuka puasa.

Para korban yang didominasi anak-anak itu harus dilarikan ke Puskesmas Bogor Utara, Jumat (25/5/18) malam karena mengalami mual, pusing dan sakit perut. Korban yang lebih parah harus dirujuk ke rumah sakit, seperti Azra, Mulya, BMC, PMI dan RSUD Kota Bogor.

Mendengar kabar itu, Bima Arya – Dedie Rachim langsung bergegas menjenguk para korban. Ia lamgsung memerintahkan tim untuk berbagi tugas menginventarisir kebutuhan korban.

Dedie terlebih dahulu tiba di Puskesmas Bogor Utara kemudian langsung berbincang dengan sejumlah korban. Tak berselang lama, Bima Arya pun tiba.

Mengenakan peci dan jaket bomber hitam, Bima Arya tampak mengusap kepala anak-anak korban keracunan diduga berasal dari tutut. Ia pun mendoakan dan memotivasi para korban. Senyum pun mulai terpancar dari wajah korban.

Salah satu orang tua korban sempat meminta bantuan kepada Bima Arya karena sang suami dan kedua anaknya menjadi korban dan harus di rawat. Wanita itu mengaku berat jika harus menanggung biaya rumah sakit.

“Ibu tenang saja ya. Yang penting semuanya sudah tertangani. Ibu jangan berpikir macam-macam dulu ya. Untuk urusan itu sudah ada yang mengatur. Kita doakan saja supaya cepat sembuh,” ungkap Bima, menguatkan keluarga korban.

Setelah menjenguk korban di Puskesmas Bogor Utara, Bima Arya kemudian langsung bergegas menuju Kampung Sawah, di sana juga masih banyak warga yang melakukan perawatan di rumah.

Satu per satu rumah warga korban keracunan dikunjungi Bima Arya. Ia juga memberikan bantuan alat infus karena sempat terjadi kekurangan infusan di lokasi.

Salah satu Tim Badra, Irni Arnita, mengatakan pihaknya membawa sekitar 6 perangkat infus yang kemudian dipasangkan di warga yang memerlukan.

“Tim medis kami datang untuk memberikan bantuan infus karena informasi di lokasi yang dibutuhkan adalah infus. Selain itu tim juga melakukan cek medis standar untuk melihat perkembangan kondisi korban,” jelas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Menurut dia, cairan infus sangat dibutuhkan di rumah warga karena sejumlah korban tidak dirawat di puskemas atau rumah sakit.

“Keluhan awal mual, muntah, pusing. Lalu mulai demam dan tidak bisa masuk makanan. Sehingga cairan infus sangat dibutuhkan,” katanya.

Hingga kini, dari pantauan Tim Badra, sejumlah korban sudah mulai membaik kondisinya.

“Perkembangan terus dipantau oleh tim. Kondisi terakhir, sebagian korban sudah bisa tertidur dan suhu tubuh sudah normal kembali,” ungkapnya.

Dalam pantauan hingga jam 03.00 WIB dinihari itu, Bima Arya dan Tim Badra melakukan sahur bersama warga, keluarga korban hingga tim medis yang masih bekerja. (Ist)

Comments