KEKAYAAN ALAM DIKERUK, INFRASTRUKTUR JALAN DIBIARKAN BURUK DI RUMPIN

RUMPIN – bogorOnline.com

Mengungkap aktifitas eksplorasi dan eksploitasi tambang di wilayah Kecamatan Rumpin, tidak akan ada habisnya. Begitupun tidak akan ada ujungnya, saat diungkapkan berbagai dampak negatifnya, ada kerusakan lingkungan, kerusakan infrastruktur, gangguan kesehatan hingga jatuhnya korban jiwa akibat kecelakaan kerja dan kecelakaan lalu lintas.

“Kerusakan infrastruktur di Kecamatan Rumpin semakin parah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang memiliki kewenanganpun terkesan membiarkan. Padahal yang merasakan penderitaan adalah warga pengguna jalan, khusunya warga Kecamatan Rumpin.” Ungkap Rudi (37) seorang warga Kecamatan Rumpin kepada wartawan, Rabu (23/5/2018).

Aksi protes warga bukan tidak ada, sudah pukuhan bahkan ratusan kali warga melakukan aksi demo. Satu hal pokok yang diminta, warga berharap dan mendesak agar Pemkab Bogor segera melakukan perbaikan sarana infrastruktur jalan.

Salah satu jalan yang mengalami kerusakan parah adalah Jalan Kelapa Tiga Desa Cipinang. Di wilayah Desa Cipinang ini, merupakan area eksplorasi perusahan tambang skala besar. Ironis, hal ini mengakibatkan kondisi jalan di wilayah tersebut “wajib” rusak.

“Kondisi kerusakan jalan semakin parah saat diguyur hujan deras dan terus menerus. Sedangkan kendaraan berat (truk pengangkut tambang-red) milik perusahaan – perusahaan tidak ada hentinya melewati jalan ini.” Ungkap Mulyadi warga Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin.

Seperti diketahui, di sekitar Simpang Kelapa Tiga Desa Cipinang ini, terdapat beberapa perusahan tambang skala besar diantaranya, PT Karya Citra Quarindo, PT Musika Purbantara dan PT Tara Batu. Armada angkutan tambang berbagai perusahaan ini, tentu melintasi jalan tersebut. Akibatnya, kondisi kerusakan jalan makin hancur, jalan tertutup lumpur, dan rawan terjadi kecelakaan.

Seorang warga lainnya, Edo mengatakan, jalan Kelapa Tiga memang sering dilalui kendaraan berat, sehingga dampaknya membuat jalan semakin rusak parah.

“Harusnya pemerintah mengintervensi pihak perusahaan tambang supaya bertanggung jawab dengan melakukan perbaikan jalan. Infrastruktur jalan yang rusak parah ini kalau hujan nerlumpur, ketika di musim kemarau berdebu dan membuat penyakit ISPA.” Cetusnya dengan nada kesal. (MUL)

Comments