Polisi Amankan Dua Pelaku Penculikan Anak di Bogor

bogorOnline.com

Tindak pidana Penculikan anak dengan modus operandi mengaku sebagai sopir dari ayah korban, terjadi di pinggir Jalan R3 kelurahan Katulampa Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor. Peristiwa penculikan tersebut terjadi pada Selasa (8/5) sore, sekira pukul 15.30 WiIB.

Korban penculikan tersebut bernama Raidan (7) dengan alamat perum pajajaran regency blok I No 10 rt 003/018 katulampa Bogor Timur. Lukman Hakim (Ayah Korban) Pada saat mengetahui anaknya menjadi korban penculikan, dirinya langsung bergegas melaporkan ke pihak kepolisian.

Kasubag Humas Polresta Bogor Kota, AKP Yuni Pujiastuti menjelaskan, modus operandi mereka yaitu Pelaku mengaku sebagai sopir Pak Lukman (ayah korban) kepada sopir yang bernama ateng. Dua orang pelaku tersebut bernama Febri Sopiandi dan Suryadi.

“Keduanya meminta kepada ateng agar korban dapat diajak oleh pelaku ke botani karena akan di beri surprise ulang tahun, namun ateng menolaknya. Kemudian saat korban turun dari mobil saat itu pelaku langsung mengajak korban naik mobil pelaku avanza brrwarna putih,” ungkap Yuni kepada Wartawan, Rabu (9/5/18).

Yuni melanjutkan, berdasarkan laporan orang tua korban dan keterangan para saksi serta informasi yang di dapatkan, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Didik Purwanto bersama Tim Buru Sergap dan unit Reskrim Polsek Bogor Timur, langsung bergerak cepat melakukan pencarian dan memancing para pelaku dengan komunikasi lewat HP milik Ibu korban.

“Hanya dalam waktu kurang dari 5 jam, Petugas berhasil meringkus kedua pelaku, sekira pukul 20.10 Wib, saat itu para pelaku sedang parkir dipinggir jalan juanda tepatnya depan Bank BCA juanda Bogor dan mengamankan korban.

Yuni menambahkan, lalu petugas melakukan pemeriksaan Psikis korban dan permintaan keterangan didampingi P2TP2A dan Peksos.

“Untuk para pelaku, akan dikenakan pasal Penculikan Anak / Pasal 83 jo 76F UU No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman Pidana penjara paling singkat 3 tahun paling lama 15 tahun dan denda paling sedikit Rp.60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp.300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah),” pungkasnya. (Nai)

Comments