Polisi Pastikan R Pelaku Tunggal Pembunuhan Bocah Dalam Karung 

Cibinong – Seorang remaja R (15) menjadi tersangka pembunuhan Grace Gabriela Bimusu (5), yang mayatnya ditemukan dalam karung beras di kebun tak jauh dari rumah nya pada 7 Mei 2018 yang lalu.

Polisi memastikan bahwa pelaku berinisial R, melakukan perbuatan keji terhadap bocah perempuan itu seorang diri tanpa ada bantuan dari siapapun. “Hasil penyelidikan dan pengakuan tersangka dia lakukan sendiri. Tidak dibantu orang lain,” kata Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro Kurniawan, Jumat (25/5/2018).

Menurutnya, aksi pembunuhan dilakukan di rumah pelaku yang jaraknya tak jauh dari rumah korban. Dia melakukan aksi keji itu disaat kedua orangtuanya tidak berada di rumah.

“Waktu itu ibunya sedang mengantarkan adik pelaku ke sekolah. Sedangkan Bapaknya bekerja, disaat sepi itulah pelaku menghabisi nyawa korban dengan cara dibekap,” katanya.

Ia menjelaskan, awalnya, korban yang saat itu sedang asyik bermain dekat rumah pelaku, tiba-tiba dipanggil dan diminta masuk ke dalam rumah tersangka.

Setelah Putri kedua dari pasangan Jemi Bimusu dan Nancy Alisa ini berada di dalam rumah, tersangka langsung membekap mulut dan hidung korban hingga tewas.

Kemudian pelaku mengambil karung dan memasukkan tubuh korban ke dalam karung dan ujungnya diikat tali. Setelah itu, pelaku membuang jasad korban ke kebun tak jauh dari rumahnya.

“Dari hasil otopsi korban meninggal karena kehabisan napas diduga dibekap,” jelasnya.

Namun demikian, hingga kini polisi masih terus mendalami adanya dugaan kekerasan seksual yang dialami korban sebelum dibunuh. Karena sejauh ini pelaku melum mengakui tindakan kekerasan seksual.

“Kami juga akan meminta keterangan dari dokter yang melakukan visum untuk dikocokan dengan keterangan pelaku,” ungkapnya.

Untuk mencegah tindakan main hakim sendiri dari pihak keluarga korban maupun warga setempat, keluarga pelaku juga diamankan di Polres Bogor. “Ibu, bapak dan anaknya sudah kita amankan,” kata dia.

Sementara barang bukti yang diamankan adalah 1 lembar karung plastik, 1 pasang anting, 1 buah kaos tanpa lengan, 1 buah kaos dalam, 1 buah celana rok, selembar kain, 1 buah tas berisi uang mainan dan kertas, serta 1 pasang sendal anak-anak.

“Semua barang bukti ini kami dapatkan dari hasil olah TKP di lokasi. Karena pelaku yang tergolong anak dibawah umur, maka penanganan nya melibatkan tim terpadu, selain Reskrim, Pidum, Balai Pemasyarakatan Lapas dan dinas terkait yang memperhatikan hak-hak anak,”tukasnya.

Terhadap pelaku, pasal yang dikenakan adalah pasal berlapis diantaranya pasal 340 dan 338 KUHP mengenai pembunuhan dan pembunuhan berencana serta pasal 80 ayat 2 Uu no 35 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (adi)