Transmart Yasmin Abaikan Dampak Lingkungan, Warga Ancam Demo

bogorOnline.com

Mall Transmart yang berlokasi di Jalan Abdullah bin Nuh, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor masih menyisakan nestapa bagi warga sekitar, terutama pemukiman warga yang berbatasan dengan pusat perbelanjaan tersebut. Pasalnya, keberadaan mall tersebut dianggap menganggu kenyamanan warga.
Pasalnya, akibat pembangunan tersebut beragam dampak menyasar ke warga.

Diantaranya, retaknya jalan warga di Jalan Dadap hingga rumah warga yang didiami Ratna, hingga kerusakan lingkungan. Meski berulangkali surat protes warga dilayangkan kepada pihak manajemen. Namun, pusat perbelanjaan Transmart yang berdiri diatas lahan milik Yohanes Karundeng itu, tetap saja tutup mata.

Kesabaran warga pun habis. Pekan depan, masyarakat setempat berencana akan menggelar aksi demo sebagai sikap protes atas ketidak nyamanan mall tersebut. Demikian disampaikan perwakilan warga, Santoso didampingi Ketua RT 01 Supriadi dan Ketua RW 03 Encung Surnata.

“Sudah berulangkali kami sampaikan protes karena rasa nyaman warga di Jalan Dadap, yang berlokasi disamping dan dibelakang Mall Transmart dirampas. Tapi, berulangkali pula tidak pernah ada tanggapan. Karena itu, pekan ini, kami berencana akan menggelar aksi demo di Transmart,” ungkap Santoso saat ditemui di kediamannya, Jalan Dadap, Ahad (1/7/18).

Rumah Ratna yang Mengalami Keretakan

Pria yang juga tokoh warga setempat tersebut menyampaikan kekesalannya karena Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dinilai telah ceroboh memberikan izin pusat perbelanjaan sehingga berdampak rusaknya lingkungan.

“Dinding rumah warga, Ratna, di Jalan Dadap, retak akibat pembangunan Tranasmart sebelumnya. Ironisnya, pihak manajemen malah lepas tangan seolah tak mau tahu apa yang terjadi. Belakangan, bagian belakang mall ditembok dan hanya berjarak 10 cm dengan rumah warga, akibatnya tempat tinggal warga pun jadi pengap dan tidak sehat. Tak hanya itu, jalan setapak pun retak akibat pembangunan menggunakan alat berat, dan pondasi setinggi 3.5 meter dibangun tanpa penyangga besi yang berpotensi saat hujan dating bakal ambruk dan dikhawatirkan mengenai pejalan kaki atau pengendara jalan,” bebernya.

Pemicunya adalah, lanjut Santoso, pembangunan yang dibuat asal-asalan sehingga mengusik warga, masyarakat setempat sudah memastikan tidak akan lagi melakukan kompromi, kecuali menggelar aksi unjuk rasa di Transmart.

“Kesabaran kami sudah habis. Sudah berulangkali kami memberikan peringatan, keluhan, prrotes, tapi diabaikan. Jalan satu-satunya, kami bersama warga akan menggelar demonstrasi di mall tersebut dalam waktu dekat,” tuturnya.

Sebagai informasi, Cabang Transmart Carrefour ke-111 tepatnya di Jalan Abdullah Bin Nuh, Kota Bogor resmi dibuka Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman, Kamis (31/05) lalu.

Pada grand opening tersebut turut disaksikan langsung Pemilik CT. Corp Chairul Tanjung, Komisaris Transmart Hatta Rajasa dan Presiden Direktur Transmart Ritel Shafie Samsuddin.
Gerai dengan konsep 4 in 1 yakni berbelanja, bermain, kuliner dan menonton ini menjadi yang pertama di Kota Bogor sebagai inovasi dan transformasi ritel modern yang sedang dikembangkan PT. Trans Retail Indonesia. (Ist)