Duit Nasabah Diembat Oknum Pegawai, Dirut Bank BTB “Cuci Tangan”

Cibinong – Salah satu nasabah Bank Syariah BTB, Irsan Ramdan Sudrajat, merasa dirugikan atas ulah salah satu pegawai Bank milik BUMD Kabupaten Bogor itu, lantaran uang sebesar Rp 70 juta yang semestinya disetorkan malah dipakai untuk keperluan pribadi. Manajemen BUMD perbankan itu pun terkesan tidak bertanggung jawab.

Peristiwa yang dinilai merugikan nasabah tersebut sudah berlangsung sejak Maret 2018 yang lalu. Namun, hingga kini persoalan tersebut tak kunjung diselesaikan, malah kebijakan yang diambil oleh pimpinan hanya menonaktifkan Didit Sudariyanto sebagai karyawan Bank Syariah BTB.

Kakak kandung dari Irsan, Ilham, secara langsung menemui Dirut Bank Syariah BTB Dedin Nazarudin untuk menyelesaikan permasalahan, karena ulah dari Didit itu berimbas kepada keluarganya.

Setelah bertemu dengan Dedin pun, tidak ada solusi yang diberikan, malah pihak Bank tersebut mengklaim turut merasa dirugikan. “Pihak Bank katanya mencari yang bersangkutan, tapi tidak ada hasilnya. Padahal diketahui Didit baru saja melangsungkan pernikahan. Atas ulah Didit yang mengambil uang tersebut, selama tiga bulan kami terus membayar bunga atas dana talangan yang dibawa kabur oknum pegawai BTB,” kata Ilham kepada Wartawan, Senin (13/8).

Ia menjelaskan, bahwa angsuran pinjaman Irsan hanya tinggal beberapa kali saja, Bank Syariah BTB pun memberikan penawaran kredit kembali kepada Irsan dengan catatan sisa pinjaman sebesar Rp 70 juta dilunasi.

“Tapi ketika dibayarkan dan bukti setor nya juga kami terima, ternyata tidak disetorkan ke Bank melainkan dipakai untuk keperluan pribadi Didit, bahkan Didit sudah membuat memo persetujuan pelunasan dan proses kliring di Bank BJB sebesar Rp 334.166.669, tapi tidak ada kliring,” jelasnya.

Dirut Bank Syariah BTB Dedin Nazarudin mengaku, jika pihaknya telah berupaya menyelesaikan persoalan ini dengan berkali-kali memanggil dan mendatangi rumah yang bersangkutan.

“Tindakan kami telah menonaktifkan yang bersangkutan, bahkan sampai aset milik Didit terpaksa kami ambil seperti TV dan Handphone, tapi sampai kini belum juga ketemu Didit,” kata Dedin. (adi)