Atasi Krisis Air, Warga Kecamatan Tamansari Tasyakuran Alam

bogorOnline.com

Musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir ini, membuat warga di kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, mengalami krisis air. Untuk mengatasi hal tersebut, warga bersama pemuka agama mencoba mengatasi masalah tersebut, dengan cara melakukan acara Tasyakuran Alam yang bertajuk “Cinta Alam Cinta NKRI” yang dilangsungkan di Kampoeng Salaka, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Sabtu (15/9/18).

Salah satu perwakilan warga yang juga penggagas acara, Ki Mardi mengatakan, cikal bakal kegiatan ini adalah dari warga masyarakat sekitar yang mengalami kekeringan air, serta didukung oleh 32 komunitas budayawan dan pecinta alam. Kegiatan ini, juga sebagai penunjang program Kampung Ramah Lingkungan (KRL).

“Tujuan dari acara ini, adalah menumbuhkan kembali gairah menjaga dan merawat alam sesuai mandat dari para leluhur,” ungkap Mardi.

Mardi melanjutkan, kegiatan yang dilakukan adalah Ngaruwat, Ngarumat, dan Ngalokat. Ngaruwat kalau diartikan dengan bahasa sekarang yaitu membuat lubang atau istilahnya biopori. Sedangkan Ngarumat diartikan kegiatan penanaman pohon. Selanjutnya Ngalokat adalah hasil air yang dihasilkan dari berbuat baik kepada alam dan bumi.

“Sumber air itu ada lima, yakni air hujan, air laut, air tanah, mata air, dan air permukaan. Yang kita lalukan ini, secara ilmiah sudah terbukti. Lubang biopori mampu menampung air. Lalu pohon yang ditanam berjenis Bambu dan Kaung juga mampu menyerap dan menyimpan air. Hasilnya nanti adalah air akan tersimpan dalam tanah dan air yang dihasilkan debitnya baik dan sangat berkualitas. Ini bisa terus mengalir dan menjadi sumber kehidupan untuk masyarakat sekitar. Dengan cara sederhana ini, diharapkan bisa tumbuh kesadaran agar menjaga dan melindungi alam. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan merawat dan menjaga alam ini,” ungkapnya.

Contohnya seperti mata air di Legok Pinding ini, meskipun sudah memasuki musim kemarau, tapi airnya tetap melimpah.

“Selain prosesi Ngaruwat, Ngarumat, dan Ngalokat, kegiatan juga dimeriahkan dengan acara wayang bambu romo suling, karinding, pencak silat, baraya, anjang-anjangan, tarawangsa, dan spesial momen pengarakan bendera merah putih sepanjang 17×5 meter,” tandasnya. (Nai)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *