Pembakaran Ban Bekas di Klapanunggal Jadi Sorotan

KLAPANUNGGAL-
Pembakaran ban bekas di tempat terbuka di Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, ditengarai menjadi penyumbang polusi udara dan dinilai sangat membahayakan bagi kesehatan manusia.

Hal ini pun menjadi sorotan sejumlah pihak, salah satunya dari LSM Peduli Lingkungan. Ketua LSM Peduli Lingkungan, Siswanto mendesak, agar Pemerintah Kabupaten Bogor segera menutup aktivitas pembakaran ban bekas tersebut.

“Meskipun lokasi nya jauh dari pemukiman penduduk, tapi polusi udara nya menyebar kemana-mana dan hal ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi manusia,” kata Siswanto, Minggu (09/09).

Menurutnya, selama pembakaran, partikel hidrokarbon aromatik polisiklik akan dilepaskan. Dalam kadar yang banyak, partikel ini dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan saraf, kanker, dan jantung.

“Tentunya kami akan segera melaporkan hal ini ke Pemerintah Daerah, kalau sampai tidak ada tindakan, akan saya laporkan ke Kementerian Lingkungan Hidup, karena hal ini jelas aktivitas pencemaran udara,” imbuhnya.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kepala Desa Klapanunggal, Tini Prihatini melalui selulernya, ia mengatakan bahwa di wilayah nya memang merupakan suatu kawasan industri, sehingga dirinya tidak begitu khawatir akan dampak yang ditimbulkan.

“Klapanunggal memang kawasan industri kok, disini ada pabrik pengolahan keramik yang pembakaran nya menggunakan batu bara, ada juga pabrik hebel dan pabrik lainnya. Kalau masalah bau ini bau itu kami tidak tahu sumber nya,” kata Tini.

Menurutnya, di Klapanunggal ada dua lokasi penyulingan ban bekas, yakni di bawah dan di atas pegunungan. “Memang kemarin yang di bawah ada kebocoran, tapi sekarang sedang berhenti beroperasi karena sedang diperbaiki,” ujarnya.

Ia mengaku, jika yang berbahaya merupakan limbah cair, sedangkan di Klapanunggal sendiri tidak ada limbah cair. “Saya sudah koordinasi dengan DLH terkait dengan limbah udara dan sudah ditanggulangi dengan konsultan, dan setiap enam bulan sekali sudah melakukan uji sampling yang sekarang sedang ditangani,” tukasnya kepada Wartawan.(Di)