Dana Porda Milyaran Diduga Jadi Bancakan Pejabat, KMPB Bakal Ontrog Pemkab Bogor

CIBINONG-
Keluarga Mahasiswa Peduli Bogor (KMPB) segera turun Ke jalan guna mempertanyakan transparansi anggaran. Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jawa Barat 2018 Di Kabupaten Bogor yang berjumlah milliaran, bersumber dari uang rakyat itu.

Fatulah Fawait Koordinator KMPB mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya harus mengontrog Pemkab Bogor, lantaran PB Porda XIII 2018 yang dikomandoi langsung oleh Bupati Bogor Nurhayanti dinilai kurang transparan dalam pengelolaan anggaran 155 miliar dari dana hibah dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu.

“Tetapi realitanya sangat jauh dari yang kami harapkan, mulai dari sosialisasi yang tidak merata. Tidak tampaknya kemeriahan Porda setingkat Jabar dan minimnya antusias masyarakat,” tegas Sihol sapaan akrabnya dalam keterangan tertulis kepada bogorOnline.com Sabtu (13/10/18).

Sihol menambahkan, dari masalah di atas tentunya menjadi tanda tanya oleh seluruh warga Bumi Tegar Beriman dikemanakan dana sebanyak itu oleh panitia. Ditambah masih Sihol menambahkan, sosialisasi saja tidak merata, apalagi transparansi dana sehingga KMPB menuntut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turun memeriksa alokasi dana Porda XIII, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pihak berwajib turun tangan. Ditambah masih Sihol menjelaskan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor juga segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) Perihal dugaan tidak transparannya pengelolaan anggaran pesta olahraga se Jawa Barat tersebut yang diselenggarakan di Kabupaten Bogor.

“Menuntut Balas bertanggung jawab atas kurang transparannya penyelenggaraan Porda,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Harian PB Porda Rustandi mengatakan, bila masyarakat meragukan soal keterbukaan dana Porda tersebut, adalah dana hibah bersama Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), karena bagian. Dan apakah anda pernah lihat APBD dipaparkan kepada warga mulai dari a,b sampai c. Sedangkan ranahnya dari pihaknya adalah, bagaimana penyusunan hibah itu sama saja dengan yang lainnya tidak berbeda.

“Seperti bahasan dewan, Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dan kemudian itu dipublikasikan juga. Cuman kalau secara detailnya AX rupiah tidak juga pada posisi itu,” kilah Rustandi saat ditemui bogorOnline.com usia menghadiri diskusi Kelompok Kerja Wartawan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor di lobi utama gedung Dewan Kamis (27/9/18).

Rustandi menambahkan, karena dana hibah titik beratnya dengan yang lain pada dasarnya sama, sehingga ranahahnya ketika dirinya ingin menyampaikan transparansi itu, pada saat APBD akan ditetapkan, yaitu ketika pada malam harinya dan itu sudah dipublikasikan. Jadi tidak pada posisi, misalkan dana ini, rapat ini sekian X rupiah tidak seperti itu yang harus dijelaskan oleh pihaknya.
“Itulah yang bisa saya jelaskan, seperti itu,” dalihnya.

Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor mulai bersuara terkait tidak transparannya Anggaran Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) Oktober yang diduga mencapai Rp.155 miliar di Bumi Tegar Beriman.
Kepala Dispora Pemkab Bogor Yusuf Sadeli mengatakan, mengenai kegiatan olahraga tersebut yang pertama perlu diketahui adalah itu hajat dari Jabar. Sedangkan Kabupaten Bogor hanya menjadi tuan rumah dalam perhelatan itu dan pihaknya sudah menyatakan siap guna acara tersebut.

“Mengenai dana yang diterima bersumber dari Jabar sekitar 10 miliar dan Kabupaten Bogor kurang lebih Rp 133 miliar,” katanya saat ditemui bogorOnline.com di kantornya.

Yusuf menambahkan, dana tersebut yang mana pihaknya sebagai penyelenggara sesuai degan Surat Keputusan (SK) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Propinsi Jabar yang telah dibentuk panitia (PB). Diketuai oleh Bupati Bogor Nurhayanti beserta Propinsi maupun kabupaten, untuk mengelola dana tersebut yang dialokasikan untuk kegiatan pertandingan nanti. Mulai dari pembukan, penyelanggaraan, perangkat pertandingan dan penutupan. Sehingga dirinya rasa semua suduh, diupayakan untuk transparan dana Porda kali ini.

“Ini semua sudah terang menderang,” tambahnya.(rul)