Eddy Soeparno Blusukan di Tanah Sareal

 

bogorOnline.com

Calon Legislatif (Caleg) nomor urut 1 dapil Jabar III Kota Bogor – Kabupaten Cianjur dari Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno melakukan silaturahmi dan ngaliwet bareng dengan tokoh masyarakat RW 03, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jumat (19/10/08).

Dalam kesempatan itu, Eddy Soeparno di dampingi oleh Ketua DPD PAN Kota Bogor sekaligus Caleg DPRD Kota Bogor Dapil 5 Kecamatan Tanah Sareal Safrudin Bima serta Caleg Provinsi Jabar, Raditya Mahesa.

Eddy menyatakan, selain untuk memperkenalkan diri, ia juga ingin mempererat silaturahmi dengan masyarakat dan menjalin komunikasi di tahapan yang sifatnya emosional sehingga terjalin sebuah kedekatan dengan masyarakat.

“Banyak persoalan yang di hadapi masyarakat di RW 03 ini, seperti ekonomi dan masalah lapangan pekerjaan. Disini juga kami membantu masyarakat untuk membangun fasilitas olahraga berupa lapangan bulu tangkis,” ungkap Eddy.

Banyak pemberitaan bahwa PAN hanya fokus kepada pemenangan legislatif dan mengabaikan proses pemenangan pilpres namun, Eddy menegaskan bahwa PAN sejak deklarasi pasangan Calon Presiden Prabowo – Sandi sudah berkomintmen 100 persen untuk memenangkan pasangan calon Presiden dan Wakil presiden yang di usung PAN.

“Kita telah intruksikan kepada seluruh caleg PAN, agar bersosialisasi pada saat pemenangan legislatif juga mensosialisasikan pasangan calon presiden Prabowo – Sandi,” tegasnya.

Bukti kongkrit bahwa PAN telah mensosialisasikan Prabowo – Sandi, lanjut Eddy PAN selama tiga minggu ini membawa cawapres Sandiaga Uno untuk keliling di pulau Jawa dan antusias masyarakat sangat tinggi dalam menyambut cawapres tersebut.

“Kami telah keliling lebih dari 50 Kabupaten/Kota dan isnya allah akan kita lanjutkan lagi di pulau Sumatera. Jadi ini bukti keseriusan dan komitmen kami bahwa Kader dan Caleg PAN untuk memenangkan pasangan Prabowo – Sandi,” ungkapnya.

Eddy juga mengatakan, jika ada Caleg atau kader PAN berpindah untuk memilih pasangan calon lain, PAN akan memberikan sanksi sesuai dengan aturan dan mekanisme dalam organisasi yakni sanksi berupa peringatan sampai dengan pemecatan.

“Tetapi fokusnya sekarang pemenangan PAN adalah legislatif dan pilpres dan itu dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia,” tandasnya. (*)