Makin Populer di Jabar, Begini Sejarah Olahraga Petanque

CIBINONG – Cabang Olahraga Petanque semakin populer di kalangan masyarakat Jawa Barat. Olahraga melempar bola besi tersebut, kini menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Daerah (PORDA) Jabar XIII yang digelar di Kabupaten Bogor, 6 hingga 11 Oktober 2018. ada 12 Kabupaten Kota memperebutkan 11 medali emas dari 11 nomor yang dipertandingkan.

Ketua Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Bogor, Egi Gunadhi Wibhawa mengatakan, Kabupaten Bogor mengukir sejarah untuk perkembangan olahraga Petanque di masa depan. “Tentu ini menjadi kebanggaan bagi kita semua. Khususnya bagi Kabupaten Bogor, karena ini pertama kalinya Cabor Petanque dipertandingkan di PORDA Jabar,” ujarnya.

Egi berharap, sebagai tuan rumah, atlit Kabupaten Bogor bisa meraih banyak medali dan menjadi juara umum yang pertama cabor Petanque di level Jawa Barat. “Pelatih, atlit dan official sudah mempersiapkan secara matang untuk menghadapi Porda ini,” katanya.

Selain bangga karena menjadi truan rumah pertama Petanque di level Jawa Barat, Egi juga membanggakan venue Petanque di komplek olahraga Pakansari Cibinong yang memenuhi standar nasional. Bahkan, kata dia, hanya tinggal beberapa sentuhan lagi venue tersebut memeunuhi standar internasional. “Artinya ke depan kita bisa menyelenggarakan single event untuk tingkat nasional dan internasional di Pakanasari,” katanya.

Sejarah Petanque

Olahraga Petanque yang semakin popular di masyarakat Jawa Barat punya sejarah panjang. Dikutip dari berbagai sumber, olahraga ini awalnya merupakan permainan tradisional asal negara Prancis yang merupakan pengembangan dari permainan jaman Yunani Kuno sekira abad ke-6 SM, versi modern dari permainan petanque diperkenalkan oleh Jules Boule Lenoir pada tahun 1907 di kota La Ciotat, di Provence, di selatan Perancis.

Kata Petan berasal dari kata Les Ped Tanco atau Petanca berdasar dialek Provençal dari bahasa Occitan yang berarti kaki rapat, salah satu teknik dasar bermain petanque adalah kaki yang rapat tidak mengangkat kaki yang menapak ke tanah.

Agar bisa dikembangkan sebagai cabang olahraga prestasi permainan tradisional ini distandarkan dan dibuat aturan baku yang berlaku universal, dengan induk olahraga petanque internasional bernama Fédération Internationale de Pétanque et Jeu Provençal (FIPJP) yang didirikan di Marseille, Prancis pada tahun 1958.

Olahraga petanque masuk ke Indonesia sampai saat ini belum diketahui kapan persisnya. Belum ada penelitian yang secara khusus dilakukan. Olahraga ini dibawa oleh expatriat Perancis dengan membangun sarana prasarana olahraga petanque sebagai fasilitas pendukung suatu hotel yang dikelola oleh orang Perancis seperti Hotel novotel di kota Lombok, hotel Horizon Ancol dan banyak lagi hotel hotel Perancis lainnya.

Selain itu juga tempat tempat pendidikan seperti di konsulat Perancis di Yogyakarta. para ekspatriat asal Perancis yang membawanya ke Indonesia namun masih terbatas di kalangan para ekspatriat saja. Salah satu bukti saksi keberadaan olahraga petanque di indonesia adalah Bapak Eddie Lim, asal singapura, yang belajar olahraga Petanque pertama kali di Ancol Jakarta Indonesia pada tahun 1990 an, selanjutnya olahraha teraebut dibawa oleh beliau ke negaranya Singapura.

 

Ketua FOPI Kab. Bogor bersama Ketua FOPI Jabar dan KONI Kab. Bogor berpose bersama usai membuka secara resmi pertandingan dan meresmikan Venue Petanque di Komplek Olahraga Pakansari Cibinong, Minggu (7/10)

Mulai di Pertandingkan

Baru pada tahun 2011 ketika Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games ke-26 di Jakarta – Palembang, petanque menjadi olahraga wajib. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui KONI Provinsi Sumatera Selatan, menunjuk Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi untuk mengrmban amanah yang diberikan untuk membentuk wadah olahraga ini sekaligus mencari calon calon atlet untuk SEA GAMES 2011 di Palembang. Maka Perusahaan Daerah Pertambangan Dan Energi atau dikenal dengan sebut PDPDE membentuk Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) pada tanggal 11 Maret 2011 dan membiayai kegiatan kegiatan FOPI untuk SEA GAMES 2011.

Hasil SEA Games XXVI/2011 di Palembang tersebut maka berdiri lah pada Lapangan petanque berstandar internasional di area Jakabaring Sport City Palembang dengan kekuatan 9 lane pertandingan dan 22 lane latihan dilengkapi dengan stadium penonton dan lampu penerangan disekeliling lapangan.

Ketua umum Federasi Olahraga Petanque Indonesia yang pertama kali dipegang oleh Caca Isa Saleh. Beliau memiliki dedikasi yang sangat tinggi dalam pengembangan olahraga petanque di Indonesia, segala upaya dilakukan untuk mengembangkan petanque agar setelah suksesnya penyelenggaraan di SEA Games 2011 makin meluas di seluruh Indonesia.

Pada tahun 2012 pasca SEA GAMES 2011, FOPI mulai mensosialisasikan olahraga Petanque ke Kampus kampus yang memiliki program studi olahraga di 5 Provinsi yakni Bali,Yogyakarta, Riau, Bandung Jawa Barat, Jakarta dan Surabaya Jawa Timur. Selanjutnya tonggak sosialisasi yang telah dibentuk diteruskan oleh Universitas Negeri Jakarta sehingga olahraha ini hingga sekarang telah meluas dan berhasil dikembangkan di seluruh Indonesia.

Untuk mempermudah orang indonesia belajar Petanque maka peralatan olahraga ini mulai disesuaikan dengan lafal lidah orang indonesia yakni Bosi (Bola Besi) dan Boka (Bola Kayu) serta mulailah menterjemahkan peraturan Olahraga Petanque yang dikeluarkan oleh Fipjp ke bahasa Indonesia.

Paralel dengan pengembangan petanque dalam negeri, FOPI aktif mengikuti pertandingan pertandingan di luar negeri yang disrlenggarakan oleh APSBC (sekarang ABSC) seperti Asian Petanque Championship dan Pan Pasific Petanque Competition serta SEAPA Petanqye Championship pada rentabg waktu 2012 hingga 2015.

Pada tahun 2013, FOPI pertama kali menjadi Tuan Rumah penyelenggaraan Kejuaraan Asia Asian Petanque and Junior Championship di Bali dimana diikuti oleh 22 negara. Saat itu Pengurus Petanqye yang pertama kali terbentuk adalah Bali. Selain dari kejuaraan internasional yang diikuti oleh FOPI, FOPI juga aktif menyelenggarakan kejuaraan dalam negeri walau belum terlalu memasyarakat antara lain Bali Petanque Competition tahun 2012, Yogyakarta Petanqye Open 2012, Indonesia Petanque Open 2011 di palembang. Bali International Sport Competition 2014.

beberapa preatasi internasional yang didapat selama kurun waktu 2012 s.d 2015 (bukan kelas Nation) antara lain Medali Perunggu Mix Double di Asian Petanque and Junior Championship 2012 di Vietnam, 6 medali Perunggu di ASEAN University Games (AUG) 2012 di Laos, Medali Perunggu Triple Putra di Pan Pasific Petanque Championship 2013 di Brunei Darusalam, Medali Emas Single Putra di SEAPA Petanque Championship 2014 di Laos, Medali Perunggu Triple Putri di Asian Petanque and Junior Championship 2015 di Cambodia dan Medali Perak Shooting Putri di SEA Games di Kuala Lumpur.

FOPI baru masuk keanggotaan Komite Olahraga Peranqye Indonesia pada tahun 2015 ditandai dengan pelantikan Pengurus PB FOPI untuk periode 2015-2019.

Selanjutnya, pengembangan kompetisi nasional dengan Upaya yang gigih ini menghasilkan cabang olahraga petanque dipertandingkan di Pekan Olahraga Mahasiswa (POMNas) ke-14 tahun 2015 di Banda Aceh, Eksibisi Pekan Olahraga Nasional XIX/2016 Jawa Barat yang dipertandingkan di UNISMA Bekasi dan sedianya akan dipertandingkan sebagai cabang resmi di PON XX/2020 Papua.

Di Indonesia sendiri setelah PB FOPI melaksanakan sosialisasi ke berbagai daerah perkembangan cabang olahraga petanque makin semarak. Terlebih setelah pelaksanaan eksibisi Pekan Olahraga Nasional XIX/2016 Jawa Barat, saat ini di seluruh Indonesia setiap pekan selalu ada kejuaraan baik yang resmi diselenggarakan oleh PB FOPI, PengProv FOPI dan Pengcab FOPI maupun yang diselenggarakan oleh klub-klub petanque.

Pada Eksibisi PON XIX/2016 Jawa Barat cabang olahraga petanque mempertandingkan 9 nomor pertandingan dengan jumlah peserta 20 tim yang berasal dari 19 Provinsi se-Indonesia. (*)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *