CIBINONG-
Ketua PK Pemuda Katolik Kabupaten Bogor Vincent Santo Oktavianus mengatakan, pihaknya mengecam keras terhadap oknum Pejabat Pemkab Bogor yang diduga sudah berani memakan dana Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jawa Barat (Jabar) di Kabupaten Bogor yang mencapai miliaran. Apalagi dengan anggaran yang bersumber dari uang rakyat tersebut, seharusnya menjadi ajang yang membanggakan bagi masyarakat seutuhnya.
“Bukan malah dijadikan kesempatan untuk mencari keuntungan pribadi semata,” tagasnya saat dihubungi bogorOnline.com Selasa (23/10/18).
Vincent menambahkan, selain itu juga pihaknya merasa ada kejanggalan terkait transparansi dana Porda yang jumlahnya amat fantastis sampai Rp 155 miliar. Sehingga muncullah polemik dimasyarakat yang bertanya, kenapa pihak-pihak terkait yang mengurus perhelatan olahraga Se Jabar itu tidak mau terbuka. Apalagi kabupaten sebagai tuan rumah, harus mengambil sikap tegas terhadap oknum-oknum yang terlibat untuk diselidiki.
“Maka secara tegas kami meminta kepada.Penegak Hukum jangan diam saja. Ini ada apa dan kenapa mekanisme tranparansi keterbukaan disini lemah,” tegasnya.
Sebelumnya Ketua Harian PB Porda Rustandi mengatakan, bila masyarakat meragukan soal keterbukaan dana Porda tersebut, adalah dana hibah bersama Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), karena bagian. Dan apakah anda pernah lihat APBD dipaparkan kepada warga mulai dari a,b sampai c. Sedangkan ranahnya dari pihaknya adalah, bagaimana penyusunan hibah itu sama saja dengan yang lainnya tidak berbeda.
“Seperti bahasan dewan, Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dan kemudian itu dipublikasikan juga. Cuman kalau secara detailnya AX rupiah tidak juga pada posisi itu,” kilah Rustandi saat ditemui bogorOnline.com usia menghadiri diskusi Kelompok Kerja Wartawan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor di lobi utama gedung Dewan Kamis (27/9/18).
Rustandi menambahkan, karena dana hibah titik beratnya dengan yang lain pada dasarnya sama, sehingga ranahahnya ketika dirinya ingin menyampaikan transparansi itu, pada saat APBD akan ditetapkan, yaitu ketika pada malam harinya dan itu sudah dipublikasikan. Jadi tidak pada posisi, misalkan dana ini, rapat ini sekian X rupiah tidak seperti itu yang harus dijelaskan oleh pihaknya.
“Itulah yang bisa saya jelaskan, seperti itu,” dalihnya.
Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor mulai bersuara terkait tidak transparannya Anggaran Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) Oktober yang diduga mencapai Rp.
buy temovate online https://sandraselmafarmacias.com/wp-content/maintenance/assets/fonts/woff/temovate.html no prescription
155 miliar di Bumi Tegar Beriman.
Kepala Dispora Pemkab Bogor Yusuf Sadeli mengatakan, mengenai kegiatan olahraga tersebut yang pertama perlu diketahui adalah itu hajat dari Jabar. Sedangkan Kabupaten Bogor hanya menjadi tuan rumah dalam perhelatan itu dan pihaknya sudah menyatakan siap guna acara tersebut.
“Mengenai dana yang diterima bersumber dari Jabar sekitar 10 miliar dan Kabupaten Bogor kurang lebih Rp 133 miliar,” katanya saat ditemui bogorOnline.com di kantornya.
Yusuf menambahkan, dana tersebut yang mana pihaknya sebagai penyelenggara sesuai degan Surat Keputusan (SK) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Propinsi Jabar yang telah dibentuk panitia (PB).
Diketuai oleh Bupati Bogor Nurhayanti beserta Propinsi maupun kabupaten, untuk mengelola dana tersebut yang dialokasikan untuk kegiatan pertandingan nanti. Mulai dari pembukan, penyelanggaraan, perangkat pertandingan dan penutupan. Sehingga dirinya rasa semua suduh, diupayakan untuk transparan dana Porda kali ini.
“Ini semua sudah terang menderang,” katanya.(rul)