POLISI SEGEL LOKASI USAHA PELEBURAN AKI BEKAS, PULUHAN WARGA TERSERANG PENYAKIT SESAK NAFAS DAN ALERGI KULIT

 

PARUNGPANJANG – bogorOnline.com

Aktifitas usaha pembakaran aki (Accu-red) di Desa Jagabaya yang mengandung limbah berbahaya bagi lingkungan, akhirnya disegel polisi. Sebelumnya, usaha peleburan limbah aki bekas yang berada tidak jauh dari pemukiman warga itu, sempat menuai berbagai protes warga.

Pasalnya, limbah berbahaya dari aktufitas usaha ini berdampak kepada warga sekitar, terutama warga di Kampung Janadan Inpres RT 01 RW 08 Desa Jagabaya, Kecamatan Parungpanjang.

Dari keterangan beberapa sumber yang ditemui sejumblah wartawan, puluhan warga di desa tersebut, terserang penyakit sesak napas dan gatal-gatal (alergi kulit-red). Menurut Ketua RW 08 Desa Jagabaya Sardi, aktifitas kegiatan usaha pembakaran aki sudah berlangsung sejak 2 tahun lalu.

“Warga sudah sering memprotes namun masih saja buka. Sebelumnya sempat tutup, tapi buka lagi dan sempat berjalan kurang lebih 4 bulan,” ungkapnya.

Sardi menerangkan, kegiatan pembakaran aki bekas itu sudah bertahun-tahun dilakukan. Kegiatan peleburan/pembakaran aki bekas biasanya dikerjakan pada waktu malam hari, namun kadang dilakukan sore hari.

“Saat proses pembakaran aki bekas itu, asap sisa pembakaran terbawa angin dan mau tidak mau warga menghirup udara yang tercemar itu. Makanya beberapa warga terkena penyakit sesak pernapasan.” Jelasnya.

Sementara Khaerul (56) warga yang tinggal di sekitar area lokasi mengatakan, sejak awal warga tidak setuju adanya aktifitas pembakaran aki bekas.

Menurutnya, selain polusi asap sisa pembakaran yang membuat sesak nafas, limbah pembakaran aki bekas juga membahayakan ternak dan tanaman milik warga.

“Sudah banyak hewan peliharaan dan tanaman warga yang pada mati. Saya dan warga sepakat meminta aparat berwenang menutup kegiatan usaha pembakaran aki bekas ini.” tandasnya.

Khaerul menambahkan, keluhan akibat dampak polusi udara dari limbah pembakaran aki bekas juga disampaikan warga Kamoung Caringin Desa Gorowong yang juga berdekatan dengan lokasi usaha tersebut. “warga Desa Gorowong juga mengeluhkan dampak negatif usaha ini.” jelasnya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, pihak Pemerintah Desa Jagabaya melalui seorang staf membenarkan adanya penyegelan tersebut. “Iya penyegelan dilakukan oleh Polisi pada hari Rabu (17/10), sekitar jam 17.00 WIB. Polisi didampingi petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satpol PP Kecamatan,” ujarnya.

Saat ditanya apakah Pemdes mengeluarkan ijin usaha tersebut, dia mengatakan tidak bisa menjawab karena itu kewenangan Kepala Desa Jagabaya.

“Ibu Kades sedang ada tugas diluar.” Ungkap staf Pemdes Jagabaya yang namanya enggan disebutkan. Sedangkan pihak Polsek Parungpanjang yang dikonfirmasi hal ini, enggan memberikan komentar. (MUL)